KOMPAS.com — Layakkah Teluk Jakarta dijadikan obyek wisata? Begitulah pertanyaan ketika melihat kondisi laut di utara Jakarta itu saat digelarnya acara Wisata Pesisir 2010 Pesta Laut Teluk Jakarta ke-11. Satu kata yang dapat menggambarkan kondisi itu, memprihatinkan.
Pantauan Kompas.com, Sabtu (31/7/2010) di Kali Cakung, Cilincing, lokasi digelarnya wisata dipenuhi sampah rumah tangga. Jangan Anda bayangkan air laut berwarna biru. Warna air laut di sana telah menghitam pekat, tercemar limbah. "Sejak tahun 2000-an mulai menghitam," ucap Sudrajat, ketua panitia, kepada Kompas.com.
Baunya air laut telah tercium dari radius sekitar 50 meter. Tak hanya itu, jejeran perahu nelayan yang ditambat tak teratur serta jejeran rumah kumuh yang berdempetan di pinggir kali mengganggu pemandangan bagi wisatawan.
Suhendra, yang telah tinggal selama 20 tahun di Cilincing, mengatakan, warga telah mengajukan permohonan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar membangun dermaga. Selain itu, warga telah meminta agar kali diuruk lantaran kini semakin dangkal.
"Sudah dari 10 tahun lalu kita minta. Kami sudah kasih desain dermaga ke pemerintah. Tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan. Kita mana ada dana untuk bangun itu. Kalau dibangun, warga pasti ikut jaga kebersihan kali," kata dia.
Jika kondisi lingkungan di sekitar Cilincing diperbaiki, menurut Suhendra, pastinya akan meningkatkan antusiasme warga untuk menghadiri acara tahunan warga Kampung Cilincing itu. "Kita juga berharap pemerintah mempublikasikan budaya rakyat kecil ini ke internasional," ujar dia.
