Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 19:48 WIB
Nelayan Jakarta Gelar Pesta
Sandro Gatra | Ignatius Sawabi | Sabtu, 31 Juli 2010 | 11:59 WIB
|
Share:

SANDRO GATRA
Kondisi Kali Cakung, Cilincing, Jakarta Utara yang dipenuhi sampah

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga kampung nelayan Cilincing, Jakarta Utara, kembali menggelar Wisata Pesisir 2010 Pesta Laut Teluk Jakarta. Pesta nelayan ke-11 itu digelar mulai Sabtu (31/7/2010) pagi ini hingga Senin (2/8/2010).

H Sudrajat, ketua panitia, mengatakan, pesta nelayan ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk syukur sekitar 6.000 nelayan atas berkat selama satu tahun. Sebagai wujud syukur, nelayan memotong satu ekor kerbau. Nantinya, kepala, kulit, kaki, dan darah kerbau akan dilarung di tengah laut.

"Supaya nelayan dapat barokah (berkah), ada peningkatan tangkapan ikan, menjauhkan musibah, nelayan banyak rezeki. Dagingnya akan dimakan bersama-sama," ucap Sudrajat kepada Kompas.com di sela-sela acara, Sabtu (31/7/2010).

Sejak pagi, ratusan warga dihibur oleh grup musik dangdut. Tak seperti biasanya, kesenian Tionghoa barongsai, kuda lumping, dan kesenian daerah lain dipertunjukkan dengan iringan lagu dangdut. Para penghibur dan warga berdesakan di jalan selebar 3 meter, yang berada tepat di pinggir laut.

Dikatakan Sudrajat, siang nanti, kepala, kulit, kaki, dan darah kerbau yang diselimuti kain putih akan diarak keliling kampung, tepatnya dua kelurahan, yakni Cilincing dan Kali Baru. Dalam pawai nanti, ikut diarak 11 miniatur perahu nelayan yang dibuat oleh warga. "Besok jam 09.00 kita larung ke laut," katanya.

"Besok akan ramai. Nelayan biasanya berebutan darah sama kain putih setelah dilempar ke laut. Nelayan percaya darah sama kain bisa datangkan barokah. Biasanya kain disimpan. Kalau darah buat campuran cat terus dicat ke perahu," papar dia.