Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:04 WIB
Pemicu Rusuh Rempoa Ternyata Hal Sepele
| Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Minggu, 1 Agustus 2010 | 06:08 WIB
|
Share:
Inggried Dwi W Ratusan orang yang mengenakan atribut FBR melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (15/4/2010). Mereka menuntut Satpol PP dibubarkan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kerusuhan yang terjadi di wilayah Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan, ternyata hanya bermula dari permasalahan sepele. Kelompok ormas Forum Betawi Rempug atau FBR yang terlibat bentrok dengan kelompok massa lainnya dikabarkan tak terima terhadap pencabutan bendera FBR yang telah terpasang di wilayah tersebut dalam rangka memperingati hari jadi mereka.

Kerusuhan tak terhindarkan saat sejumlah massa dari FBR berkonvoi dan mencari pelaku pencabutan bendera. Bentrok pertama terjadi antara massa FBR dan kelompok warga Betawi Kembang Latar di kisaran Bintaro, Sabtu (31/7/2010). Seusai berhasil dihalau petugas Brimob, di Kebayoran Lama, massa FBR dilaporkan kembali beradu fisik dengan massa ormas lainnya, Minggu (1/8/2010) dini hari.

Suasana selama beberapa jam berlangsung mencekam. Selain karena lampu yang dipadamkan agar kerusuhan tidak merambat, beberapa kelompok warga juga mengantisipasi dengan menutup sejumlah akses jalan.

Akibat beberapa bentrokan tersebut, sebuah mobil dan sepeda motor dikabarkan rusak terbakar. Polisi berhasil menangkap sejumlah perusuh yang terlibat dalam aksi anarki tersebut. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang dipakai dalam kerusuhan, beberapa di antaranya adalah senjata tajam, bambu, dan balok.

Dari informasi yang dihimpun, sekitar 32 orang diamankan. Belum ada laporan mengenai ada atau tidaknya korban jiwa dalam krusuhan ini. Namun, beberapa di antara pelaku kerusuhan mengalami luka-luka.

Sumber :
tribunnews