JAKARTA, KOMPAS.com — Warga RW 07, Rempoa, Ciputat, meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap ormas-ormas yang kerap bertindak brutal dan rusuh. Hal ini terkait terjadinya bentrokan antara sebuah organisasi massa dan warga sekitar pada Sabtu (31/7/2010) malam.
"Kami berharap pemerintah dan penegak hukum memilah ormas-ormas yang baik-baik saja karena sekarang banyak ormas yang brutal, rusuh, dan tidak bertanggung jawab. Kami berharap pemerintah mencoret saja semua ormas yang rusuh," kata Mahmud Nasir selaku Ketua RW 07, Rempoa, Ciputat, Minggu (1/8/2010).
Menurut Mahmud, di wilayah Rempoa memang terdapat sejumlah ormas internal warga. Meskipun demikian, belum pernah terjadi bentrokan fisik seperti kejadian semalam. "Ormas-ormas memang ada beberapa di sini. Tapi enggak pernah bentrok. Kalaupun ada masalah, selalu diselesaikan dengan musyawarah," tuturnya.
Kini, akibat kejadian bentrokan dengan ormas tersebut, Mahmud mengaku warganya menjadi khawatir dan waswas bentrokan akan kembali terjadi. "Ya, jelas jadi takut. Warga di sini mengalami kerugian mental akibat bentrokan itu," kata Mahmud.
Seperti diberitakan, massa FBR terlibat bentrok dengan warga Rempoa, Minggu malam. Bentrokan massa ini terjadi karena perselisihan antara FBR dan warga terkait adanya pemasangan bendera FBR di Rempoa. Massa FBR yang tidak terima benderanya dicopot akhirnya menyerang warga sekitar yang berada di lokasi. Sedikitnya puluhan motor rusak dan terbakar akibat kejadian tersebut. Sementara itu, puluhan warga mengalami luka.


