Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:08 WIB
Wadah Seni
Ancol: Pelukis Pasar Seni Harus Kreatif
Sabrina Asril | R Adhi KSP | Jumat, 6 Agustus 2010 | 20:33 WIB
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS Budi Karya Sumadi, Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi mendorong para pelukis Pasar Seni Ancol untuk lebih aktif dan kreatif dalam berkarya sehingga bisa membangkitkan kembali gairah pasar seni yang mulai kalah pamor dengan wahana-wahana lain di Ancol.

"Esensinya semua tempat rekreasi di Ancol punya kelas nomor satu. Tapi, hal ini kurang kita temukan di Pasar Seni. Makanya, kita meminta para pelukis untuk memberi warna lebih di sini," ungkapnya, Jumat (6/8/2010) di Pasar Seni, Jakarta.

Budi mengaku dalam mengembangkan Pasar Seni tidak semudah yang dilakukan di Dufan. "Kalau di Dufan, kita buat suatu hardware baru setelah itu otomatis pasti langsung ramai," ujarnya kepada Kompas.com.

Sementara Pasar Seni, yang menjadi hardware atau penggerak utamanya adalah para pelukis. "Di sini kalau fisik dibuat bagus, ada alternatif justru jadi keenakan dan jadi tidak produktif berkarya, ini kecenderungannya," ungkap Budi.

Selama tiga tahun terakhir ini, manajemen Ancol berusaha membina para pelukis agar berkarya lebih baik sehingga mampu menggairahkan kembali Pasar Seni. Caranya adalah dengan melakukan eliminasi dan kompetisi.

"Kita ingin mereka melihat benchmarking dunia lukis di Indonesia itu sudah kayak yang di galeri-galeri (Jakarta Art Festival) tingkatnya internasional," tandas Budi.

Pembinaan yang dilakukan Ancol pun tidak main-main. Sudah sebanyak 15-20 pelukis yang tereliminasi dari komunitas Pasar Seni sejak tahun lalu, tahun ini pun juga direncanakan demikian.

Sebagai penggantinya, Ancol mengundang pelukis-pelukis baru dengan latar belakang lebih beragam, seperti dari kalangan mahasiswa dan kalangan umum. "Para pendatang baru ini selain kami berikan tempat, juga kita kasih uang tiga juta. Semoga dengan ini Pasar Seni akan membawa warna lain," ujar Budi.