Minggu, 21 September 2014

News / Megapolitan

Tarif Bus Antar Kota Masih Normal

Sabtu, 14 Agustus 2010 | 17:13 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Tarif angkutan bus antarkota masih belum mengalami kenaikan pada hari ke-4 Ramadhan. Tarif yang dipatok operator bus masih menggunakan harga normal.

"Saat ini, tarif masih normal seperti hari-hari biasa dan akan mengalami kenaikan kurang lebih seminggu sebelum hari raya," terang Kepala Terminal Lebak Bulus, F.K. Wowor, Sabtu, (14/08/2010).

Tidak seperti kereta api yang sudah mengalami kenaikan, penumpang bus tidak perlu khawatir kehabisan tiket karena armada yang disediakan cukup banyak sehingga reservasi tiket untuk keberangkatan mudik belum banyak. Akibatnya, hingga saat ini kenaikan tarif belum terjadi.

Menurut perkiraan Wowor, tarif angkutan bus antar kota menjelang hari raya akan sama seperti tahun lalu. Artinya, tidak ada kenaikan tarif yang signifikan menjelang hari raya dibanding tahun lalu.

Penentuan tarif ekonomi, didasarkan pada Surat Keputusan Menteri No. 1 tahun 2009 tentang dasar hukum Pemberlakuan Tarif Angkutan Akap Kelas Ekonomi yang berlaku sejak 15 Januari 2009.

Pada 2009, batas atas wilayah I (Sumatera, Jawa, Bali & Nusa Tenggara) dikenakan tarif Rp 139/km/penumpang. Sedangkan batas atas wilayah II (Kalimantan & Sulawesi) dikenakan tarif Rp 86/km/penumpang. Bus jurusan Jakarta - Madiun via Semarang misalnya, dengan jarak tempuh 759 km, tarif bus kelas ekonomi dapat dipatok sekitar Rp 65.300  - Rp 105.500 rupiah.

Tarif ini berbeda dengan tarif bus untuk kelas bisnis dan eksekutif yang tarifnya disesuaikan pangsa pasar. "Kalau tarif bus eksekutif sah-sah saja dipatok dengan harga 1 juta/penumpang asal sesuai dengan kenyamanan dan fasilitas yang diberikan," ujar F.K. wowor.


Editor : Asep Candra