Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 16:45 WIB
MASA ORIENTASI
Tim Selidiki Pelecehan Anggota Paskibraka
| Rabu, 18 Agustus 2010 | 03:48 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Tim Investigasi Internal Purna Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Indonesia menyelidiki dugaan pelecehan satu anggota pasukan pengibar bendera DKI Jakarta angkatan 2010.

Kepala Bidang Kepemudaan DKI Jakarta, Firmansyah, Selasa (17/8), mengatakan, pihaknya telah menerima satu laporan dari orangtua korban atas pelecehan yang dilakukan senior mereka kepada putri mereka.

”Dari laporan yang kami terima, dugaan pelecehan itu terjadi saat orientasi kepaskibrakaan tanggal 2 sampai 6 Agustus 2010 di Cibubur,” kata Firmansyah.

Orangtua korban tidak setuju ketika anak mereka disuruh berlari tanpa busana dari kamar mandi ke tempat tidur. Seluruh kejadian ini terjadi atas perintah perempuan senior dan berlangsung di barak putri. ”Bila hal ini terbukti, maka kami tegaskan kalau kejadian ini tidak termasuk prosedur tetap (protap) kami,” ucap Firmansyah.

Selama pelatihan, tempat tidur dan kamar mandi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dipisah antara perempuan dan laki-laki. Ada dua barak di lokasi itu, yakni barak putra dan barak putri. Firmansyah memastikan tidak ada laki- laki yang boleh masuk ke barak putri, begitu pula sebaliknya.

Masa orientasi ini, menurut Firmansyah, merupakan masa perkenalan antara Paskibraka senior dan junior. Seluruh kegiatan sudah diatur berdasarkan jadwal yang ada. Dugaan pelecehan ini, menurut Firmansyah, bisa terjadi karena ada senior yang nyleneh dan melakukan hal-hal di luar ketentuan, tanpa diketahui penanggung jawab kegiatan.

”Kemungkinan, kejadian merupakan improvisasi dari putri senior. Namun, kepastian atas penyelidikan ini masih menunggu hasil penyelidikan dari Tim Investigasi Internal Purna Paskibraka Indonesia (PPI),” tutur Firmansyah.

Ketua Tim Investigasi Internal PPI, Mohamad Mahdi, mengatakan, investigasi dilaksanakan sejak tanggal 11 Agustus lalu setelah mendapatkan mandat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. ”Kami sudah menghubungi dan mewawancarai sejumlah pihak yang terkait kejadian ini,” kata Mahdi.

Namun, dia belum bersedia menceritakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan tim.

”Kami tidak akan membicarakan hasil ini secara lisan agar tidak ada kekeliruan. Nanti akan ada saatnya,” ucap dia.

Di sisi lain, Mahdi juga menyangkal adanya hukuman tidak resmi bagi anggota Paskibraka yang mengikuti orientasi kepaskibrakaan. (ART)