Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:55 WIB
Mudik 2010
H-7 Sopir Angkutan Lebaran Tes Urine
| I Made Asdhiana | Rabu, 1 September 2010 | 22:43 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Sopir dan kenek bus Lampung Jaya jurusan Pulo Gadung-Padang, Buyung Kemerun (34) dan Ujang (35), memanfaatkan ruang bagasi sebagai tempat beristirahat dan makan di Terminal Pulo Gadung, Jakarta Timur, Jumat (11/9/2009). Oleh karena penumpang sepi, mereka telah menunggu di Terminal Pulo Gadung selama 12 hari. Mereka berharap dua hari lagi penumpang yang merupakan pemudik akan penuh.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menjaga keselamatan penumpang di perjalanan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan tes urine kepada sopir utama dan sopir cadangan pada bus angkutan Lebaran mulai H-7 hingga H+7 Lebaran di 4 terminal utama dan 12 terminal bantuan mudik. Tes urine dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para sopir dalam keadaan prima untuk menjalankan tugasnya mengantar pemudik hingga kota tujuan masing masing.

Ini kami lakukan untuk menjamin keselamatan para penumpang bus.
-- Hasbi Hasibuan

Adapun yang menjadi perhatian dalam tes urine meliputi kandungan zat ampetamin (psikotropika), metampetamin (psikotropika), THC (ganja), COC (kokain), opiat (putaw), dan benzo (obat penenang). Pemeriksaan dilakukan menggunakan tabung Narcotest.

Sekretaris Dishub DKI, Hasbi Hasibuan, mengaku setiap tahun pihaknya bekerja sama dengan Badan Narkotika Provinsi (BNP) DKI Jakarta menggelar tes urine kepada para sopir angkutan Lebaran. “Ini kami lakukan untuk menjamin keselamatan para penumpang bus,” kata Hasbi Hasibuan di Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Tes urine akan dilakukan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran di terminal utama dan bantuan. Tes yang dilakukan di terminal utama yaitu Terminal Pulogadung, Kampung Rambutan, Kalideres dan Lebakbulus. Serta di 12 terminal bantuan yaitu Terminal Rawamangun, Grogol, Pinangranti, Tanjung Priok, Muara Angke, Rawa Buaya, pool Safari Dharma Raya Tendean, Damri Kemayoran, Tanah Merdeka, Pasar Minggu, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Tes urine akan dilakukan setiap hari, dan enam jam sebelum sopir bus bertugas mengemudikan bus angkutan Lebaran, mereka sudah harus mengikuti tes urine. “Pasalnya hasil tes urine memakan waktu enam jam. Jadi kalau sudah diketahui tesnya, bisa dipastikan sopir bisa berangkat atau tidak,” ujarnya.

Jika ada sopir bus yang positif urinenya mengandung enam zat tersebut, yang bersangkutan tidak diperbolehkan melakukan perjalanan dan akan digantikan oleh sopir lainnya. Sopir bus akan bisa berangkat bila dalam tes urine berikutnya dinyatakan terbebas dari enam zat tersebut.