Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:58 WIB
17 Migran Diculik di Meksiko
| Egidius Patnistik | Kamis, 2 September 2010 | 13:16 WIB
|
Share:
SURYA/SUGIHARTO Ilustrasi, sebanyak 75 orang imigran gelap asal Afganistan dan Iran diamankan anggota Ditpolair Polda Jatim, Minggu (2/5/2010).

TIJUANA, KOMPAS.com - Sedikitnya 17 migran diculik di Meksiko utara dekat perbatasan Amerika Serikat oleh para pedagang manusia, kata polisi Tijuana, Rabu (1/9).

Dua korban penculikan yang dibebaskan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang. "Mereka mengatakan, 17 orang lainnya  masih berada dalam sebuah rumah penculik," kata Komandan Polisi Tijuana Gustavo Huerta.

Penculikan itu dilakukan seminggu setelah mayat 72 migran yang diculik ditemukan di satu lokasi pertanian di negara bagian Tamaulipas, Meksiko utara, dalam apa yang disebut satu eksekusi massal oleh geng narkoba Zetas terhadap 58 pria dan 14 wanita yang menolak bekerja untuk mereka.

Leandro Martinez (38 tahun) mengemukakan kepada polisi, Rabu, ia diculik 10 hari lalu oleh satu geng yang menyelundupkan warga-warga asing yang masuk secara ilegal ke Meksiko untuk melintasi perbatasan itu menuju Amerika Serikat. Martinez mengatakan ia dan seorang migran lainnya yang diculik  diturunkan oleh para penculik, Rabu, dekat sebuah gunung di timur Tijuana.

Ia mengatakan, tangan dan kakinya diikat dan dipukul selama ditahan dan disuruh menelepon keluarganya, untuk meminta uang tebusan sebesar 4.500 dollar AS bagi pembebasannya.

Polisi mengatakan, mereka berusaha untuk menemukan rumah tempat para migra lainnya ditahan. Geng-geng narkoba sering menculik orang-orang  untuk meminta uang tebusan.

Pada tahun 2009, sekitar 25 juta dolar dibayarkan untuk 10.000 korban penculikan, kata catatan Komisi HAM Meksiko. Sekitar setengah juta migran ilegal melintasi Meksiko setiap tahun, sebagian besar dari Amerika Tengah, kata komisi itu. Sekitar 10.000 migran gelap diculik di Meksiko dalam enam bulan  dari September 2008 sampai Februari 2009, kata lapoan komisi itu tahun lalu.

Sumber :
ANT, AFP