Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:03 WIB
Jaringan Operator Siap Sambut Pemudik
Sabrina Asril | R Adhi KSP | Kamis, 2 September 2010 | 19:31 WIB
|
Share:

Kompas/Riza Fathoni
Staf salah satu operator seluler nasional melayani pelanggan di mobil pelayanan di kawasan Buaran, Jakarta, Senin (29/12). Sejumlah operator seluler menggunakan strategi pelayanan dengan menjemput konsumen di pusat keramaian di tengah persaingan antaroperator guna meraih pelanggan sebanyak-banyaknya.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) mengaku siap menyambut arus mudik dimana tingkat lalu lintas telekomunikasi diprediksi akan meningkat. Kesiapan ini ditandai dengan sudah terpenuhinya syarat jaringan seluruh operator di jalur mudik.

Setiap operator sudah siap mendukung komunikasi yang terjadi selama arus mudik terutama di beberapa titik yang terpantau BRTI yakni jalur Jakarta-Cirebon-Losari, Jakarta-Merak, Jakarta-Cileunyi-Nagrek-Garut-Tasik, dan Semarang-Jogja- Solo.
-- M. Ridwan Ef

"Kami sudah lakukan pengecekan dari 31 Agustus-1 September 2010, seluruh operator memiliki sucessfull call ratio mencapai 96 persen di mana minimal seharusnya 90 persrn dan kecepatam SMS dibawah 3 menit ini sudah sesuai dengan aturan," ujar Komisioner BRTI, M Ridwan Effendi, Rabu (2/9/2010), di Kemenkominfo, Jakarta.

Data tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa setiap operator sudah siap mendukung komunikasi yang terjadi selama arus mudik terutama di beberapa titik yang terpantau BRTI yakni jalur Jakarta-Cirebon-Losari, Jakarta-Merak, Jakarta-Cileunyi-Nagrek-Garut-Tasik, dan Semarang-Jogja- Solo.

Adapun operator-operator yang telah diperiksa dan memenuhi syarat kelayakan yakni Telkomsel, Indosat, XL, HCPT, Mobile 8, NTC, Smart Telecom, dan Bakrie Telecom. BRTI melihat selama arus mudik ini akan terjadi perubahan arus komunikasi yang biasanya padat di wilayah perkotaan beralih ke wilayah pedesaan dan jalan-jalan yang menjadi jalur mudik.

Oleh karena itu, operator disarankan untuk tetap memperbaiki kualitas pelayanan, menyiapkan tim 24 jam, serta tidak melakukan instalasi lunak/keras atau upgrading karena akan mengganggu sistem konfigurasi pada saat H-7 dan H+7. "Bagi masyarakat juga disarankan jangan mengirimkan SMS lebaran secara broadcasting atau sekaligus, tapi secara bertahap agar tidak terjadi penumpukan," ujar Ridwan.