JAKARTA, KOMPAS.com — Guna mengurangi tingkat kecelakaan yang dilakukan sopir angkutan Lebaran 2010, pihak kepolisian akan melakukan uji kelayakan sopir dalam menjalankan kendaraannya. Petugas menggunakan alat tes pernapasan untuk memantau apakah pengemudi itu mengonsumsi minuman keras atau menggunakan obat terlarang.
"Akan dipantau dengan alat itu kalau lolos tes, boleh jalan," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Menurut Condro, tes pernapasan yang digunakan polisi lebih simpel karena sopir hanya meniup alat tersebut dan data akan keluar di komputer petugas. "Jadi, bisa ketahuan menggunakan miras dan narkoba atau tidak," katanya.
Condro mengingatkan kepada pemudik agar memerhatikan anak kecil bila ikut ke kampung halaman menggunakan sepeda motor. "Anak resisten terhadap cuaca panas, hujan, angin, dan stres," katanya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga telah mendatangi perusahaan untuk memberikan leaflet agar karyawannya tidak mudik menggunakan sepeda motor. (Tribunnews/Ferdinand WS)


