KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Ilustrasi kemacetan di Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada acara berbuka puasa bersama pengurus Kamar Dagang Indonesia (Kadin) di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (3/9/2010), sempat mengeluhkan kemacetan Jakarta. Di hadapan para menteri dan pengurus Kadin, SBY mengaku sering terjebak macet.
"Bicara kemacetan, ini saya juga sering menjadi korban. Saya bekerja di kantor selama tiga hari tiga malam tidak keluar," kata Presiden prihatin. SBY juga mengeluh sering disalahkan ketika terjadi kemacetan. Presiden mengatakan, acap kali terjadi kemacetan, dirinya sering menerima telepon dari koleganya.
"Pak SBY, apa baru lewat tempat ini?" ujar SBY menirukan ucapan koleganya. "Lewat di mana? Saya di kantor ini," sambung SBY kepada koleganya. "Jadi, kalau macet, pasti Presiden lewat," tambah SBY lagi.
Ditambahkannya, selama menghadiri undangan berbuka puasa dari DPR RI, DPD RI, BRI, Mabes TNI, dan Polri, Presiden harus menghabiskan waktu 30 menit di jalan. Padahal, biasanya, Presiden hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
"Tadi, dari Cikeas, biasanya setengah jam. Tapi (hari ini) saya gunakan waktu 1 jam. Saya juga sama, menunggu. Jadi, tolong jangan terlalu cepat berpikir kalau macet, pasti Presiden lewat," kata Presiden.

