Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 18:24 WIB
Mudik 2010
30 Bus AKAP Lulus Kir di Lebak Bulus
| I Made Asdhiana | Jumat, 3 September 2010 | 23:13 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Suasana masih lengang di terminal bus Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (3/9/2010). Puncak arus mudik dari terminal ini diperkirakan terjadi pada H-4 dan H-3 Lebaran.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 30 bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dengan mayoritas tujuan pemberangkatan ke Jawa Barat, melakukan uji kir di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Dari seluruh bus yang diuji, dinyatakan laik jalan sehingga bisa digunakan sebagai angkutan mudik Lebaran.

Namun, belum seluruh bus AKAP telah dilakukan uji kir oleh lima petugas yang bekerja dengan tiga shift, karena dalam sehari ada 200 bus reguler yang diberangkatkan dari Terminal Lebak Bulus. Untuk bus dengan tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur uji kir dilakukan pada sore hari, karena jadwal keberangkatan bus dimulai pada malam hari. Saat ini juga terdapat 400 bus cadangan yang belum dipakai, karena 200 bus reguler yang ada masih mampu melayani penumpang.

Kepala Terminal Bus AKAP Lebak Bulus, Ferdinand Karel Wowor, mengatakan semua bus yang akan keluar dari terminal harus melalui uji kelaikan terlebih dahulu. Namun diutamakan bagi kendaraan yang menempuh perjalanan jarak jauh dan armada tambahan. "Untuk bus reguler kita lihat dulu keadaan fisik, jika asap yang keluar tidak bagus langsung kita cek. Tapi untuk armada tambahan semuanya harus melalui uji kelaikan," kata Wowor, Jumat (3/9/2010).

Petugas juga akan stanby 24 jam, sehingga jika ada kendaraan yang akan berangkat sewaktu-waktu, langsung bisa dilakukan uji kelaikan. Pengecekan dilakukan terhadap komponen penting kendaraan seperti stir, lampu besar, wiper, rem, lampu rem, lampu sen, dan ban. Selain itu, untuk bus non ekonomi juga harus dilengkapi dengan alat-alat pelengkap sepert alat pemadam kebakaran, alat pemecah kaca, roda cadangan, dan kotak P3K.

Untuk pengecekan satu unit bus biasanya petugas hanya memerlukan waktu kurang dari sepuluh menit saja. Sehingga tidak ada antrean bus, saat pengecekan berlangsung. Jika bus tidak lulus uji kelaikan oleh petugas, surat-suratnya langsung ditahan dan bus dipulangkan ke pool. "PO yang bersangkutan wajib mengganti bus yang lain, tetapi tetap harus diuji juga," katanya.

Yanto (40) sopir bus AKAP Luragung Jaya jurusan Kuningan, Jawa Barat, mengaku uji kelaikan memang diperlukan, karena perjalanan yang ditempuh cukup jauh agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang. "Ini juga salah satu perhatian dari terminal," katanya.

Saat ini, tambah Yanto, jumlah penumpang sudah mulai meningkat, meskipun belum terlalu signifikan. Pada hari biasa dirinya mengaku dalam waktu satu jam penumpang belum penuh. Namun saat ini, hanya dalam tempo 45 menit bus sudah mulai penuh. "Penumpang sudah banyak tapi belum terlalu ramai," tandasnya.