JAKARTA, KOMPAS.com - Mahalnya tiket bus memaksa Yanto dan temannya memilih kereta api (KA) sebagai moda transportasi mudik mereka ke Sumenep, Madura, Jawa Timur. Meski harus duduk bersila di pintu gerbong dekat toilet selama lebih dari 13 jam, mereka rela melakukan itu demi memupuk silaturahmi dan membagi rezeki dengan kerabat di kampungnya, Madura.
"Dari dulu saya suka naik KA karena tarifnya murah. Dari sini (Jakarta) ke Surabaya Pasar Turi, cuma Rp 43.000. Tinggal naik becak ke Pelabuhan Tanjung Perak Rp 15.000 untuk berdua. Lalu, kami menyeberang ke Pulau Madura Rp 32.000 per orang. Akhirnya, naik ojek sampai rumah Rp 2.000," tutur penumpang KA Kertajaya, Yanto di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (3/9/2010).
Menurut karyawan di sebuah warung sate di bilangan Condet itu, dia tidak merasakan bau menyengat walau dia duduk di dekat toilet berdesak-desakan dengan penumpang lainnya.
"Keretanya kan jalan mas, jadi baunya itu sudah hilang sendiri," katanya.
Yanto mengaku, dia membeli tiket KA Kertajaya dengan lancar tanpa antrean. "Kami beli tiket sehabis shalat Jumat. Petugas loket sudah memberitahukan kepada kami kalau tidak ada karcis tempat duduk. Dan, kami tidak mempersoalkannya," kata dia.
KA Kertajaya merupakan KA kelas ekonomi jurusan Jakarta Pasar Senen-Surabaya Pasar Turi dengan tarif Rp 43.000.
Tiket Bus
Sementara itu, harga tiket bus eksekutif ke Madura selama masa angkutan Lebaran 2010 berkisar antara Rp 390.000 dan Rp. 400.000. "Harga normal ke Madura itu Rp 250.000. Tapi, kami selalu banting harga pada hari biasa sampai Rp 150.000 saking sulitnya mencari penumpang," kata Suryati, perwakilan PO Pahala Kencana di Terminal Pulogadung.
Penentuan tarif bus non-ekonomi merupakan kebijakan setiap perusahaan otobus (PO). Sedangkan Kementerian Perhubungan masih mengatur tarif atas dan tarif bawah bus ekonomi.
"PO-PO ini dipersilakan mematok harga tiket bus ekonomi di antara dua jenis tarif itu. Jika ada PO yang pasang tarif di atasnya tarif atas dan di bawahnya tarif bawah, maka kami akan memberikan sanksi," kata staf Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang ditempatkan di Terminal Pulogadung, Muhammad Said.
Bus-bus yang berangkat dari Terminal Pulogadung, Rawamangun dan Kampung Rambutan menuju kota-kota di Jawa Timur sampai ke Nusa Tenggara Timur biasanya berkelas non-ekonomi, baik AC non-toilet maupun AC eksekutif yang dilengkapi toilet. Karena itulah, bus-bus yang menuju kota-kota tersebut tarifnya di atas Rp 350.000.
Rata-rata setiap PO menyiapkan armadanya 3 hingga 4 bus selama masa angkutan Lebaran. Setiap bus yang berangkat hingga H-7 ini masih terisi sedikit penumpang.
"Penumpang yang kami angkut antara 5-10 orang tiap busnya," ujar Siahaan, agen PO GMS di Terminal Kampung Rambutan.

