Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 05:33 WIB
Pedagang Toples dan Kolangkaling Panen
Fenomena Menuai Rezeki Menjelang Lebaran
Hana Puspita | Jimmy Hitipeuw | Minggu, 5 September 2010 | 02:30 WIB
|
Share:

Dok Humas Lombok Barat
Lebaran ketupat menjadi tradisi setelah Hari Raya Idul Fitri di berbagai wilayah Indonesia dengan ciri khas masing-masing antara lain di Makam Batu Layar, Lombok Barat.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari lebaran yang sudah di depan mata membuat sejumlah warga masyarakat sibuk mempersiapkan segala macam kebutuhan untuk perayaan Idul Fitri bersama keluarga.

Barang-barang yang dibutuhkan saat lebaran seperti misalnya toples-toples cantik untuk wadah kue-kue kering dan kolangkaling untuk suguhan tamu yang datang membuat para pedagang musiman yang menjual toples dan kolangkaling bermunculan.

"Saya berjualan sejak awal bulan Ramadhan dan alhamdulillah keuntungannya lumayan," tutur Iin (32), pedagang toples di pasar Palmerah, Jakarta Barat. Iin mengakui, dalam sehari ia bisa menjual lebih dari 20 lusin toples dengan keuntungan sebesar Rp.250.000.

Untuk toples dari bahan fiber, dihargai mulai dari Rp.20.000 hingga Rp.45.000 perlusinnya. Biasanya, toples jenis fiber digunakan sebagai wadah kue-kue kering yang akan dijual kembali.Toples rumahan yang terbuat dari kaca harganya Rp.15.000 - Rp.25.000 perbuah dan toples-toples cantik berbahan kristal plus wadah toples yang berhias dihargai Rp.75.000 - Rp.150.000 tergantung jumlah toples dalam satu wadah yang berisi dua hingga empat toples.

Sama halnya dengan pedagang toples, pedagang kolangkaling pun ikut merasakan berkah menjelang lebaran ini. Saat ditemui Kompas.com, Sabtu (04/09/2010), Joko (38), mengakui keuntungannya berjualan kolangkaling dan rumput laut lumayan besar.

Menurutnya, meskipun penjualan tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu, omzetnya berjualan kolangkaling dan rumput laut dinilainya cukup untuk kebutuhan berbelanja keluarganya dihari lebaran.

"Tahun lalu perharinya bisa menjual hingga dua bak atau sekitar 30 kilo tapi tahun ini menurun menjadi satu bak saja yang laku dijual," terangnya.

Kolangkaling berukuran besar dengan tekstur lembut dijual dengan harga Rp11.000 perkilonya dengan harga jenis termurahnya adalah Rp.8.000 perkilo. Sedangkan rumput laut, dipatok dengan harga Rp.12.000 perkilonya.