KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana mudik bareng PT Sido Muncul di PRJ Kemayoran, Minggu (5/9/2010). PT Sido Muncul menyediakan 300 unit bus untuk mudik gratis para penjual jamu dan pengasong minuman kesehatan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, serta Bandung. Sedikitnya 18.000 penjual dan pengasong jamu mengikuti mudik gratis dengan tujuan beberapa daerah Jawa Barat dan sebagian wilayah Jawa Tengah.
JAKARTA, KOMPAS.com — Tindak kriminalitas pembiusan merupakan bentuk kejahatan yang kerap terjadi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Oleh karena itu, para pemudik diminta untuk selalu waspada dan tidak mudah menerima pemberian dari orang tidak dikenal.
"Kalau di Terminal Kampung Rambutan salah satu yang kami waspadai adalah tindakan pembiusan selain masalah copet," ujar Kapolres Jakarta Timur Kombes Saldi, Minggu (5/9/2010), saat ditemui di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta.
Ia menjelaskan bahwa modus yang dilakukan pelaku adalah dengan mendekati korban, berkenalan, sampai akhirnya memberikan tawaran permen atau minuman yang sebelumnya sudah diberikan obat bius. Korban kemudian tiba-tiba lemas hingga tidak sadarkan diri.
Akan tetapi, menurut Kapolres, tindakan pembiusan justru tidak terjadi di terminal, tetapi saat di perjalanan menuju Kampung Rambutan. "Biasanya memang saat di jalan, mereka lapor ke sini. Tapi kami tetap mewaspadai hal tersebut," tandasnya.
Oleh karena itu, pihak kepolisian pun mengimbau masyarakat agar jangan terlalu mudah menerima barang pemberian orang yang tidak dikenal, apa pun bentuknya. Imbauan ini pun disosialisasikan melalui spanduk yang tersebar di beberapa titik di Terminal Kampung Rambutan ataupun melalui pengeras suara.
Selain kasus pembiusan dan copet, Polres Jakarta Timur juga mengantisipasi bentuk kejahatan, seperti premanisme, geser barang, dan hipnotis. "Geser barang ini juga bahaya. Orang diajak ngobrol terus tanpa sadar barang-barangnya di bawah digeser pelaku lain," ujarnya.
Sebanyak 90 personel kepolisian diturunkan ke Terminal Kampung Rambutan untuk mengamankan arus mudik pada H-7 sampai H+8. Sebanyak tiga buah CCTV dan posko layanan kesehatan dan pos pengamanan Ketupat Jaya pun sudah mulai dioperasikan sejak Jumat (3/9/2010).

