Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:47 WIB
Asli atau Palsu?
Metrox Tak Tahu Crocs Diobral
Icha Rastika | Glori K. Wadrianto | Selasa, 7 September 2010 | 15:53 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline Damanik Produk-produk alas kaki bermerk Crocs dijual dengan diskon gede-gedean 50-70 persen di lantai 1 Carrefour Lebak Bulus, Selasa (7/9/2010). Kata penjaga gerainya, produk ini asli tapi barang reject.

JAKARTA, KOMPAS.comRetailer resmi produk alas kaki Crocs, PT Metrox Lifestyle, belum mengetahui bahwa saat ini produk alas kaki ringan asli Amerika tersebut diobral dengan potongan harga di kompleks Carrefour Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Menurut bagian promosi Metrox, Mardon Sitania, pihaknya belum pernah mengadakan kerja sama dengan pihak Carrefour dalam memasarkan Crocs. "Kebetulan kami baru dengar tadi, kami tidak menyelanggarakan acara atau kerja sama dengan pihak Carrefour," katanya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/9/2010).

"Kebetulan kami baru dengar, kami akan eksekusi ke sana (Carrefour), saya baru mau ke sana untuk eksekusi," ujar Mardon lagi.

Kemudian, Mardon mengatakan, jika benar barang yang dijual bukan produk asli, pihak Metrox berhak menindak secara hukum. "Tetapi, ini nanti setelah kami eksekusi, kami periksa dulu, masih dipikirkan," katanya.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lapangan, produk Crocs diobral dalam lapak ukuran 5 meter x 4 meter di lantai 1 Carrefour Lebak Bulus dengan potongan harga 50-70 persen. Obral Crocs tersebut berlangsung hingga H-1 Lebaran.

Menurut pramuniaga di Carrefour Lebak Bulus, barang Crocs yang diobral tersebut merupakan produk asli atau original. Hanya saja, barang-barang itu adalah sisa produksi yang tidak layak jual.

Harga barang-barang Crocs reject dari China itu pun terbilang miring. Sepasang produk Crocs untuk wanita yang biasa disebut Lily dibanderol Rp 194.000. Sedangkan produk Crocs untuk pria bernama Tideline dihargai Rp 300.000 atau lebih dari separuh harga.

Namun, kecurigaan muncul mengingat barang yang ditawarkan di Carrefour tersebut sama dengan barang-barang yang dijual secara online di situs jejaring sosial. Bedanya, para pedagang di dunia maya mengakui produk-produk tersebut palsu atau biasa disebut KW. Rentang harga yang ditawarkan pun sama dengan yang dijual di Carrefour.

Sementara pihak Carrefour justru mengklaim produk yang dijual itu merupakan produk asli dengan potongan harga. Pembeli akan terkecoh jika ternyata barang yang dibelinya itu bukan produk asli, tetapi tetap dijual dengan harga tinggi.