Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:49 WIB
Mudik
KA Terlambat, Penumpang Mengeluh
Runik Sri Astuti | I Made Asdhiana | Selasa, 7 September 2010 | 19:00 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Ilustrasi

KEDIRI, KOMPAS.com — Ratusan calon penumpang yang hendak mudik menggunakan kereta api di Stasiun Kediri, Jawa Timur, mengeluhkan keterlambatan kedatangan sejumlah kereta api. Mereka harus menunggu selama satu jam lebih dari jadwal kedatangan kereta pada hari normal.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, Selasa (7/9/2010), terdapat sejumlah perjalanan kereta yang terlambat dari jadwal normal, terutama kereta api yang melayani rute jarak jauh, seperti Jakarta dan Bandung. Sebagai gambaran, Kereta Api (KA) Matarmaja dari Jakarta sampai di Stasiun Kediri pukul 05.30, padahal seharusnya kereta ini tiba pukul 03.10. KA Matarmaja mengalami keterlambatan hampir dua jam dari jadwal normal.

Adapun KA Brantas seharusnya tiba pukul 07.39 dari Jakarta. Namun, kereta yang membawa gerbong kelas eksekutif dan kelas bisnis ini baru masuk ke Stasiun Kediri pada pukul 09.05 atau mengalami keterlambatan selama 1,5 jam.

Selain itu, KA eksekutif Gajayana dari Jakarta menuju Malang juga datang terlambat. Kereta dengan harga tiket mencapai Rp 500.000 per penumpang itu terlambat 25 menit dari seharusnya pukul 06.10 menjadi pukul 06.35. Selain kereta api dengan rute perjalanan jarak jauh, kereta api dengan rute perjalanan jarak pendek juga mengalami keterlambatan kedatangan walaupun waktu molornya relatif lebih pendek dibandingkan kereta jarak jauh.

Berdasarkan pengamatan, saat tiba di Stasiun Kediri, kereta api membawa muatan penumpang yang sangat penuh sehingga sebagian besar terlihat tidak kebagian tempat duduk.

Kepala Stasiun Kediri Bayu Gunawan mengakui jika keterlambatan perjalanan kereta terjadi selama arus mudik Lebaran. Bahkan, keterlambatan kedatangan bisa mencapai dua jam pada setiap rute. Adapun faktor yang menyebabkan keterlambatan perjalanan kereta cukup banyak. Di antaranya, banyak penumpang yang harus dibawa sehingga diperlukan waktu tersendiri untuk mengakomodasi mereka.

Sebagai contoh, waktu untuk berhenti atau mampir di setiap stasiun pada hari normal sekitar 2 menit. Namun, karena banyaknya penumpang, waktu berhenti di setiap stasiun memerlukan 7-10 menit. "Memang penumpang yang diangkut dari arah Jakarta, terutama, sangat banyak sehingga perjalanan kereta api lambat sampai 2 jam," ujar Bayu Gunawan.