Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 23:50 WIB
Penjualan Barang Palsu
Lapak Crocs di Carrefour Ditutup
Wisnubrata | Glori K. Wadrianto | Rabu, 8 September 2010 | 08:56 WIB
|
Share:
KOMPAS.com/Caroline Damanik Diskon besar-besaran produk alas kaki Crocs di Carrefour Lebak Bulus.

JAKARTA, KOMPAS.com — Manajemen pusat perbelanjaan Carrefour memutuskan  menutup lapak penjualan produk Crocs yang berada di Carrefour, Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Keputusan ini diambil menyusul pernyataan pihak PT Metrox Lifestyle selaku retailer resmi Crocs di Indonesia yang menyebutkan bahwa barang yang dijual di Carrefour tersebut merupakan produk palsu.

"Dilarang berjualan sampai bisa menunjukkan lisensi Crocs, itu keputusannya," kata Hendri Satrio, External Communication Manager Carrefour Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/9/2010).

Setelah PT Metrox mengeluarkan pernyataannya, pihak Carrefour buru-buru mengklaim bahwa pihaknya tak pernah menjual produk palsu alas kaki plastik superringan tersebut. Mereka berkilah, penjualan yang dilakukan di areal mal gedung Carrefour bukan tanggung jawab hypermarket asal Perancis itu.

Lapak Crocs berukuran 5 x 5 meter itu berada di lantai 1, menurut pihak Carrefour, bukan bagian dari tanggung jawab mereka. Areal tersebut mereka namai wilayah mall, tempat beberapa penyewa bisa menjajakan barang dagangannya di sana.

Memang, selain lapak Crocs, terdapat juga beberapa lapak lain, seperti restoran cepat saji, toko-toko pakaian, etalase kendaraan bermotor, gerai pemasaran rumah, makanan, anjungan tunai mandiri, dan sejumlah toko lain. Namun, diyakini, konsumen bakal terkecoh manakala ada barang palsu di areal itu sebab bagaimanapun barang tersebut dijual di Carrefour—pusat perbelanjaan besar.

Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, menilai pihak Carrefour wajib membayar ganti kerugian kepada konsumen yang membeli produk Crocs palsu. Ganti rugi tersebut wajib dilakukan jika konsumen tidak mengetahui bahwa produk alas kaki tersebut palsu.