KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Uji kesehatan dan tes urine para pengemudi bus oleh petugas Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta (BNP DKI) di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (4/9/2010). Tes berlangsung hingga Senin (6/9/2010) mendatang dengan setiap harinya mengambil 50 urine dari para pengemudi bus secara acak.
JAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 50 sopir bus AKAP di Terminal Bus Pulogadung, Jakarta Timur, menjalani tes urine yang digelar Kementerian Kesehatan RI. Mereka diambil secara acak dan diutamakan buat pengemudi yang akan melakukan perjalanan hari itu.
"Tes urine ini penting untuk memastikan pengemudi bus berada dalam kondisi yang sehat dan siap mengantar penumpang sampai tujuan dengan aman dan lancar," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, Chandra Yoga Aditama di Jakarta, Rabu (8/9/2010).
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan sopir yang menggunakan narkoba dan alkohol. "Jika sopir kedapatan mengonsumsi alkohol, kita akan meminta kepada kepala terminal agar si sopir tidak membawa bus dulu," kata Chandra.
Ia melanjutkan, para sopir yang ketahuan mengonsumsi alkohol harus istirahat minimal 4 jam. Selanjutnya, ia harus digantikan oleh sopir cadangan sehingga tidak mengganggu jadwal bus bersangkutan.
Chandra juga meminta agar pengemudi tidak terlalu memforsir tenaganya untuk terus bekerja. "Sopir seharusnya banyak istirahat yang cukup sehabis membawa bus sampai di terminal, setidaknya 4 jam," ujarnya.
