Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:09 WIB
Penertiban pengemis dan gelandangan
Mesti Bersikap Apa terhadap Pengemis?
Adi Dwijayadi | Jimmy Hitipeuw | Kamis, 9 September 2010 | 13:06 WIB
|
Share:

ADI DWIJAYADI
Seorang gelandangan tampak di area parkir motor atau di belakang Posko Pengamanan Terminal Pulogadung, Jakarta Timur (9/9/2010). Minimnya petugas Satpol PP menyebabkan masih adanya gelandangan yang berkeliaran di dalam terminal.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Masyarakat yang akan mudik melalui Terminal Pulogadung diminta tak perlu risau dengan keberadaan pengemis, gelandangan, dan pengamen. Sebab, pengelola terminal bekerja sama dengan aparat Satpol Pamong Praja siap untuk menangkap dan membawanya ke Panti Laras Cipayung, Jakarta Timur.

"Kami bertanggung jawab untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan terminal. Dalam menangani para penyandang penyakit sosial, kami mengundang Satpol PP untuk bergabung," kata Kepala Terminal Pulogadung Muhammad Nur di Jakarta, Kamis (9/9/2010).

Kepala Satpol PP Kelurahan Pulogadung Widodo mengatakan, sejak H-7 lalu delapan personelnya turun di Terminal Pulogadung. "Kami berhasil mengamankan delapan pengemis, dua pengamen, dan dua gelandangan," ungkapnya.

Widodo menjelaskan, Satpol PP tetap memberikan toleransi kepada para pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di sekitar terminal. "Kan mau Lebaran, jadi ada kelonggaran buat mereka berusaha di sini."

Ia mengakui, dengan jumlah anggotanya yang minim membuat petugasnya sering kecolongan apabila ada pengemis, gelandangan, dan pengamen yang masih berkeliaran di dalam terminal.

"Kami rutin patroli untuk menjaga kenyamanan terminal. Tapi, dengan jumlah petugas yang sedikit, dimohon para pemudik untuk tetap berhati-hati menjaga barang bawaan," tutur Widodo yang tim satgasnya sering main kucing-kucingan dengan pelaku penyakit sosial tersebut.