JAKARTA, KOMPAS.com — Sejak awal arus mudik hingga sehari jelang Lebaran Idul Fitri 1431 H, pihak keamanan Stasiun Gambir mengaku telah menciduk sebanyak 31 calo tiket. Jumlah tersebut belum termasuk calo yang tertangkap tangan sedang melakukan transaksi, tetapi kabur saat hendak diringkus petugas.
Kepala Pengamanan Objek Gambir AKBP A Supriyadi, Kamis (9/9/2010), mengatakan, meski telah dilakukan pengamanan intensif dengan mengerahkan sedikitnya 125 aparat gabungan Garnisun yang terdiri dari tiga angkatan TNI, Polres, Polsek, Polda, dan satuan Brimob, tetapi aksi para calo tersebut tetap saja berlangsung meski dengan cara yang makin halus dan hati-hati.
"Pengamanan intensif baru kami lakukan H-7 ini. Sementara sebelumnya, H-30 sampai H-7 kemarin sudah 30 calo yang ditahan. Mereka diciduk aparat gabungan Garnisun dan Polri. Modus mereka menjual tiket dengan membeli tiket melalui joki yang dibayar Rp 10.000. Sementara dari H-10 kemarin satu calo yang tertangkap. Padahal, aparat gabungan sudah disiagakan," ujarnya.
Sementara mengenai aksi kriminalitas, hingga saat ini Supriyadi mengatakan, untuk di Gambir sendiri situasinya relatif aman. Sejauh ini tidak ada aksi-aksi kriminalitas yang terjadi. Dikatakannya, hal ini dimungkinkan karena kebanyakan para pemudik adalah para penumpang kereta api kelas eksekutif atau bisnis.
"Sejauh ini relatif aman, tidak ada laporan. Pengamanan sendiri saat ini 24 jam. Namun, seperti kita tahu, di Gambir ini kereta hanya sampai jam 21.30 WIB. Anggota tetap stand by di sini meski sudah tidak ada penumpang," jelasnya.
Supriyadi menjelaskan, untuk teknis pelaksanaan pembagian wilayah pengamanan, pihaknya membagi wilayah patroli kedalam beberapa sektor. Mereka yang bertugas dalam operasi tidak hanya petugas berseragam, tetapi juga petugas berpakaian preman.
"Kami mengerahkan personel berseragam dan juga personel tidak berseragam. Itu gabungan. Ada reserse, ada intel, ada juga dari satuan narkoba. Mereka yang berseragam kami bagi ke dalam beberapa titik di Stasiun. Sementara bagi yang tidak berseragam, kami kerahkan untuk melidik langsung ke tengah pemudik," jelasnya. (*)


