ADI DWIJAYADI
Para pemudik menjejali pintu masuk KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang seperti terlihat di Stasiun Jatinegara, Kamis (9/9/2010). Posisi penumpang tersebut sangat membahayakan, terutama saat kereta melaju lewat jembatan dan terowongan.
JAKARTA, KOMPAS.com- Para pemudik masih memenuhi peron Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (9/9/2010) sore ini. Sebagian besar penumpang akan pulang menuju kota-kota terdekat, seperti Bandung, Cirebon, dan Tegal. Mereka akan menumpang KA Argo Parahyangan dan KA Cirebon Ekspress.
Berdasarkan pantauan Kompas.com hingga pukul 14.30 WIB, antrean di loket umumnya sekitar delapan orang, baik di loket jalur utara maupun jalur selatan. "Adanya tiket berdiri mas, tapi tidak apa-apalah. Karena, mau kejar shalat Ied di kampung," ujar Iman, pemudik tujuan Tegal yang mengantre KA Cirebon Ekspress. KA kelas bisnis yang ditunggu Iman ini dijadwalkan berangkat pukul 18.42 WIB.
Sebagian penumpang KA Matarmaja jurusan Jakarta-Malang juga terlihat tidak terangkut karena seluruh gerbong penuh. Para petugas pun meminta para penumpang yang menjejali pintu gerbong untuk memberi ruang jalan masuk bagi penumpang dari Stasiun Jatinegara.
"Tolong anggota badannya jangan sampai keluar dari pintu gerbong karena banyak peron yang tinggi di beberapa stasiun. Selain itu, banyak pula jembatan berpagar dan terowongan. Mohon diperhatikan!" pinta salah seorang petugas stasiun lewat pengeras suara.
Menurut Kepala Stasiun Jatinegara Yuskal Setiawan, penumpang yang tidak bisa naik dipersilakan untuk naik kereta di belakangnya yang kelasnya sama. "Kalau seorang penumpang beli karcis KA Matarmaja dan gagal naik, dia bisa naik KA kelas ekonomi selain KA Matarmaja. Tentu, ia dilarang menumpang KA kelas bisnis," jelas dia.


