Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 01:43 WIB
Fauzi Bowo Tinjau Kesiapan Layanan RSUD
| I Made Asdhiana | Kamis, 9 September 2010 | 16:13 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menjamin pelayanan kesehatan warga DKI Jakarta selama cuti bersama Hari Idul Fitri 1431 H tetap berjalan, Pemprov DKI Jakarta telah menginstruksikan pelayanan kesehatan instalansi gawat darurat (IGD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tetap buka selama 24 jam.

Untuk mengetahui kesiagaan dan kesiapan pelayanan kesehatan IGD RSUD di DKI Jakarta selama libur Lebaran, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo beserta Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah DKI Mara Oloan Siregar dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati melakukan inspeksi mendadak (sidak) di tiga RSUD yaitu RSUD Duren Sawit, RSUD Pasar Rebo dan RSUD Budhi Asih di Jakarta Timur.

Hasilnya, ruang IGD dan poliklinik di tiga rumah sakit tersebut tetap siaga selama 24 jam melayani warga Jakarta. Bahkan, kondisi ketiga rumah sakit tersebut tetap ramai dengan warga yang ingin berobat dan pasien yang dalam status rawat inap.

Berangkat dari rumah dinas pukul 09.00, Kamis (9/9/2010), Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo langsung mengunjungi RSUD Duren Sawit. Ruang pertama yang dikunjungi ruang Belimbing dan Arbey yakni ruang pasien gangguan jiwa yang sudah dalam tahap tenang. Disana, Fauzi mencoba berkomunikasi dengan para pasien dan memberikan semangat kepada mereka untuk menjalani pengobatan.

Selanjutnya, Fauzi dan rombongan mengunjungi ruang IGD untuk menemui pasien yang baru masuk. Lalu mengunjungi ruang Durian yang merupakan ruang perawatan untuk pasien gangguan jiwa yang masih agresif dan belum tenang. Dalam kesempatan itu pun, Gubernur menggunakan kunjungannya untuk berbincang-bincang dengan para pasien.

Setelah itu, gubernur beserta rombongan beranjak ke RSUD Pasar Rebo. Disini Fauzi Bowo kembali meninjau ruang IGD yang cukup ramai dengan pasien. Kesempatan itu juga digunakan gubernur untuk berbincang-bincang dengan pasien. Dia menanyakan sakit apa dan lokasi tempat tinggal mereka, serta memberikan semangat agar bisa sembuh kembali.

Rombongan gubernur juga mengunjungi Ruang Melati yang merupakan tempat pasien peserta kartu Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Keluarga Miskin (JPK-Gakin) dirawat inap. Kedatangan Fauzi Bowo disambut senyum sumringah para pasien dan keluarga yang menemani pasien. Kembali, Fauzi tak sungkan-sungkan mengajak berbincang-bincang pasien dan mendorong mereka untuk berjuang kembali sehat. Kedatangan gubernur di RS Pasar Rebo juga disambut meriah warga Jakarta yang sedang menunggu proses administrasi atau sedang berobat jalan. Mereka berebutan bersalaman dan berfoto bersama dengan Fauzi Bowo.

Kemudian, gubernur meninjau RSUD Budhi Asih yang tetap beroperasi selama libur Lebaran. Dia juga mengunjungi ruang UGD dan ruang perawatan inap. Serta berbincang-bincang dengan para pasien untuk memberikan dukungan semangat dalam mencapai kesembuhan fisik.

Usai sidak, Fauzi Bowo menyatakan pelayanan masyarakat bidang kesehatan di tiga RSUD milik DKI berjalan dengan baik dan selalu siaga selama 24 jam. “Di hari libur ini, secara khusus saya memberikan perhatian dengan mengunjungi teman-teman yang dinas di rumah sakit. Semua dokter dan para medis serta layanan kesehatan sudah siap siaga sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan untuk Jakarta. Yaitu, meski hari libur sekalipun IGD di setiap RSUD stand by 24 jam.  Saya sudah cek, polikliniknya juga tetap buka dan berjalan lancar,” kata Fauzi Bowo.

Seperti di RSUD Duren Sawit yang tetap memberikan pelayanan kesehatan yang prima terhadap pasien yang terkena gangguan jiwa sekaligus memiliki kelainan fisik yang mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, hampir 90 persen pasien di RSUD Duren Sawit merupakan pasien peserta JPK Gakin khusus. Artinya, umumnya pasien ini banyak yang tidak diterima di rumah sakit lain karena tidak memiliki layanan khusus, sehingga dirujuk ke RSUD Duren Sawit.

"Umumnya banyak pasien disini tidak diterima di rumah sakit lainnya. Karena mereka memiliki kombinasi kelainan jiwa dan fisik. Kemudian di rujuk ke Duren Sawit," kata Fauzi Bowo.