JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam mengamankan malam takbiran, pasukan pengaman diminta tidak arogan. Apel pasukan pengamanan malam takbir digelar pada pukul 16.00 tepat meski hujan deras mengguyur.
"Bersikaplah tegas namun santun kepada masyarakat. Jangan bersikap arogan saat memberi peringatan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Condro Kirono, saat memberikan pengarahan kepada satuannya di Lapangan Ditlantas.Polda, Kamis (09/09/2010).
Condro mengatakan, agar petugas di lapangan tidak menjadi pemicu keributan dengan masyarakat. "Misal saat diberi peringatan dan lari, tidak usah dikejar, kalau jatuh malah jadi masalah," kata dia.
Condro mengingatkan pasukannya agar bertindak bijak, tegas, dan humanis. Menurut Condro "Terkadang masalah sepele bisa menjadi problem yang besar."
Saat melakukan pengamanan malam takbir, petugas wajib menindak warga yang melanggar lalu lintas. Seperti dilarang parkir di sepanjang jalan Medan Merdeka, Tugu Tani, Bunderah HI. Petugas juga menindak kendaraan bak terbuka.
Petugas wajib menindak bus atau kendaraan yang penumpangnya di atas kap mobil. Pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm SNI, dan pengendara yang mencopot knalpot.
Petugas Pengamanan malam takbiran meliputi Kamtibmas juga dilibatkan. Menurut Condro, berdasarkan pengalaman tahun lalu, saat malam takbir ada tawuran, penyalahgunaan senjata tajam senjata api, minuman keras, kebut-kebutan di jalan.
Dalam gelar pasukan pengamanan malam takbir, sebanyak 4.017 disiagakan. Sementara jumlah personil keseluruhan 9359 personil. Kata Condro , personil yang berada di markas dalam posisi "on call".
