Sabtu, 19 April 2014

News / Megapolitan

Penyebabnya Buang Sampah Sembarangan

Kamis, 14 Oktober 2010 | 22:30 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com - Sampah dan penyempitan lebar sungai diperkirakan menyebabkan seringnya banjir melanda wilayah RW 3 dan RW 4, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Di sisi lain, ada warga yang membangun rumah di lahan yang sebenarnya merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS).

"Saya pikir banjir itu bukan karena BKT (Banjir Kanal Timur), melainkan ada warga yang buang sampah sembarangan di kali dan penyempitan kali. Masih ada sebagian warga yang tinggal di tepi kali sehingga air tidak lagi dapat mengalir," kata Umar kepada Kompas.com, Kamis (14/10/2010).

BKT dianggap Umar bukan sebagai penyebab meluapnya Kali Sunter. "BKT justru sangat membantu pergerakan aliran sungai. Hanya saja, memang arusnya sendiri terlalu deras dan curah hujan cukup tinggi," ujarnya.

Menurut Umar, pembangunan turap di Kali Sunter menjadi solusi utama untuk menyelesaikan masalah banjir. Sayangnya, penurapan sulit dilakukan karena beberapa bangunan berdiri di bantaran kali. "Ada rumah-rumah yang ditempati 13 KK (Kepala Keluarga) di pinggir kali. Rumah tersebut dibangun di lahan yang dulunya merupakan DAS Kali Sunter," katanya.

Umar menyebutkan, ada warga yang menambah luas tanahnya dengan menimbun tanah pada tepi kali secara perlahan-lahan. "Tadinya luas tanah salah seorang warga itu 60 meter persegi, kemudian sekarang bertambah menjadi 200 meter persegi," katanya.

Pukul 17.00 WIB, ketinggian air di pemukiman warga RW 3 dan RW 4 Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, kembali mencapai pinggang orang dewasa. Padahal, sekitar pukul 14.00 WIB, banjir sempat surut hingga di bawah dengkul. Demikian disampaikan Kasie Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Cipinang Melayu, Nur Ahdiyani.

Sebelumnya, genangan air sudah terlihat mencapai sedengkul Kamis dinihari pukul 03.00 WIB yang semakin naik hingga sepinggang pada pukul 08.30 WIB. Diperkirakan, tinggi genangan air di wilayah yang berada di pinggiran Kali Sunter ini akan terus meningkat hingga Jumat (15/10/2010) dinihari.

Pihak PMI Jakarta Timur, menurut Nur, sudah mengirim bantuan makan malam bagi para warga sebanyak 700 nasi kotak. Seluruh paket makanan itu sudah dibagikan pada pukul 19.00 WIB di Posko Kesehatan masing-masing RW.


Editor : I Made Asdhiana