Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Polisi Selidiki Keterkaitan

Dua Perampokan di Hari Jumat

Sabtu, 23 Oktober 2010 | 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi menyelidiki keterkaitan perampokan di rumah Andi Junet, Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam (Kospin), di Kompleks PLN Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dengan perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri.

"Tidak menutup kemungkinan perampok di rumah Dirut Kospin satu komplotan dengan perampok di toko emas Bukit Duri," kata Komisaris Nurdi Satriaji, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, saat dihubungi wartawan, Sabtu (23/10/2010).

Menurut Nurdi, ada beberapa persamaan perampokan di rumah Dirut Kospin dengan perampokan toko emas di Bukit Duri. "Persamaannya dilakukan pada hari Jumat sebelum shalat Jumat dan menggunakan senjata api. Bahkan, perampok di kedua tempat berani menembakkan peluru," katanya.

Perbedaan dari dua perampokan ini adalah sasaran. Perampok di rumah Dirut Kospin mengaku sebagai polisi untuk memperdayai pembantu rumah tangga agar bisa masuk ke rumah dan menggondol harta benda pemilik rumah. Sementara perampok di Bukit Duri langsung menodongkan pistol, menembakkan ke atas, dan merampas emas di beberapa toko emas.

Perampokan di rumah Dirut Kospin, Andi Junet, terjadi hari Jumat (22/10/2010), sebelum shalat Jumat. Pelaku yang diperkirakan lima orang masuk ke rumah Andi dengan berpura-pura sebagai polisi. Perampok meminta para pembantu berkumpul di satu ruangan, tetapi salah seorang pembantu bernama Ali Gufron menolak. 

Karena Geram, Gufron ditembak oleh salah satu perampok dan mengenai perut bagian kirinya. Ia kini dirawat di Rumah Sakit AL Mintoharjo, Tanah Abang, Jakarta Pusat.


Editor : Ignatius Sawabi