Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 05:43 WIB
Banjir, Jalanan Makin Semrawut
Adi Dwijayadi | Erlangga Djumena | Senin, 25 Oktober 2010 | 22:23 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI Sejumlah kendaraan bermotor melintas sebagian ruas Jalan Jendral Sudirman yang tergenang air saat hujan deras yang mengguyur Jakarta, Senin (25/10/2010). Akibat genangan air ini, arus lalu lintas di sebagian ruas jalan tersebut mengalami kemacetan, genangan ini juga menyebabkan sebagian pengguna sepeda motor masuk ke jalur cepat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Arus lalu lintas sejumlah jalan protokol di Jakarta Senin ( 25/10/2010 ) benar-benar semrawut di tengah kepungan genangan air. Aksi para pengendara yang tidak sabar dan saling serobot semakin memperparah arus lalin di segala arah. 

Pantauan Kompas.com, kesemrawutan terjadi di setiap persimpangan di Jalan Ahmad Yani dan DI Panjaitan. Di jalan arteri tol Cawang-Tanjung Priok itu, lampu lalu lintas tidak sanggup mengatur arus kendaraan dari berbagai arah. Beberapa simpang itu, antara lain Rawasari, Rawamangun, Kebon Nanas dan Kalimalang. 

Polisi lalu lintas juga tampak kewalahan mengatur arus kendaraan. Misalkan di pertigaan Kalimalang, kendaraan dari Cawang sulit berbelok ke Bekasi karena terhalang arus lalin dari Jatinegara ke Cawang yang macet total. Kemacetan total itu bisa terjadi karena terowongan depan Wijaya Karya tergenang air setinggi lutut orang dewasa.

Kepadatan juga terjadi di Jalan MT Haryono, Otista dan Dewi Sartika sebagai imbas dari genangan air di Terowongan Cawang Bawah. Banyak kendaraan yang terjebak di tengah jalan sebelum masuk terowongan.

Semrawut dan saling serobot menjadi pemandangan biasa setiap kali Jakarta diguyur hujan lebat, terutama pada jam pulang kerja. Namun, sampai kapankah kemacetan dan genangan air akan berkurang di Ibukota RI ini?