Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 02:31 WIB
Banjir Jakarta
Pak Wali Pun 'Nyemplung' ke Air...
Pingkan E Dundu | Marcus Suprihadi | Selasa, 26 Oktober 2010 | 19:57 WIB
|
Share:

remigius septian
Banjir yang sudah mencapai 1 meter lebih hari ini (26/10/2010) memaksa para warga meninggalkan rumah mereka. Namun demikian, masih tetap ada sejumlah warga yang memilih untuk tetap bertahan di rumah dengan alasan keamanan

TERKAIT:

KOMPAS.com — Tak banyak mungkin pemimpin seperti Wali Kota Tangerang Wahidin Halim ini. Dia rela turun langsung menemui warganya meski harus berbasah-basah nyemplung air yang sedang menggenangi kawasan Ciledug.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi tadi, dan sudah diberitakan pula di media ini. Tanggapan pembaca juga termasuk luar biasa terhadap Pak Wali yang pernah disorot tajam ketika mengegolkan Perda Antipelacuran beberapa tahun lalu. Tercatat berita itu dibaca 14.520 kali dengan komentar yang sempat ditayangkan sampai pukul 20.00 sekitar 40.

Awalnya, Wahidin dan rombongan mengendarai mobil dinas berupa jip mewah. Akan tetapi, sesampainya di lokasi banjir, mobilnya ternyata mogok. Tanpa canggung dia kemudian lepas baju dan turun ke lokasi banjir.

Wahidin yang menggunakan kaus oblong berwarna coklat yang dipadukan dengan jins dan jaket berwarna biru dongker datang bersama Wakil Wali Kota Arief R Wismansyah dan Kepala Polres Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Tavip Yulianto untuk meninjau kesigapan petugas penanganan bencana yang sudah bekerja membantu dan mengevakuasi warga sejak Senin malam kemarin.

Awalnya, Wahidin menggunakan sepatu resmi saat meninjau lokasi banjir. Akan tetapi, setelah ikut mencebur dalam banjir di Jalan KH Hasyim Ashari, Wahidin langsung berjalan dengan tanpa alas kaki. Bahkan, saat naik ke perahu karet di Puri Kartika, Pak Wali tidak menggunakan alas kaki apa pun juga.

"Lebih enakan begini," kata Wahidin kepada Kompas yang mengikuti peninjauan dengan menggunakan perahu karet.

Wahidin juga sesekali memegang dayung dan mendayung perahu karet yang ditumpangi rombongan. (Pingkan Elita Dundu)