JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jana 1 tempat Nabila Amalia Putri belajar, Abdul Hamid mengatakan, anak didiknya itu memang jarang masuk sekolah. Bahkan saking sering absen, Nabila pernah tidak naik kelas waktu kelas satu.
"Waktu kelas Satu SD, Nabila sempat tidak naik kelas bukan karena nilainya tapi karena jarang masuk," kata Abdul kepada wartawan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Jana 1, Jalan Haji Gandung Raya, Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Rabu (1/12/2010).
Abdul mengatakan, prestasi Nabila dikatakan cukup baik, dia juga tak memiliki masalah dengan guru atau teman-temannya. "Sampai kelas 3 SD prestasinya sudah bagus, tapi masuk kelas 4 SD mulai lagi jarang masuk," jelasnya.
Pihak sekolah juga telah memberikan perhatian lewat guru Nabila yang menanyakan ke orangtua, mengapa Nabila jarang masuk sekolah. "Gurunya sempat datang ke rumah untuk tanya, tapi orangtua bilangnya Nabila keluar sekolah saja," ujarnya.
Abdul menilai masalah yang dialami Nabila dan orangtuanya, pasangan Hs dan Yul, merupakan masalah keluarga. "Sepertinya Nabila kurang perhatian dari orangtuanya. Nabila itu kalau masuk sekolah pakaiannya kotor. Kami berharap masalah keluarga ini segera selesai, agar Nabila bisa sekolah kembali," katanya.
Seperti diberitakan, Nabila Amalia Putri (10) kabur dari rumahnya di Jalan Haji Gadung Raya, RT 04 RW 03 Pondok Ranji, Tangerang Selatan pada Senin (29/11/2010) pagi. Dia ditemukan petugas Patroli Jalan Raya di tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) TB Simatupang Km 17 pada Selasa (30/11/2010) dini hari. Nabila mengatakan, alasannya kabur dari rumah lantaran tak kuat menghadapi siksaan ayah kandung dan ibu tirinya.
