Sabtu, 26 Juli 2014

News / Megapolitan

Kejahatan Jalanan Terbesar di Jakarta

Minggu, 9 Januari 2011 | 07:04 WIB

KOMPAS.com - Kejahatan jalanan selama sepekan terakhir ini terjadi lebih banyak di Jakarta Timur dibandingkan di wilayah Jakarta lainnya. Kasus yang terakhir terjadi adalah terbunuhnya Poltak Parlindungan, Jumat (7/1/2010) tengah malam.

Menjelang kejadian, Poltak, pengemudi angkutan umum, minum minuman keras bersama dua rekan sekerjanya di lapo tuak Kelapa Dua Wetan, Ciracas. Tak berapa lama, Poltak terlibat pertengkaran dengan rekannya, Hasan Sinaga. Rekan Poltak lainnya, Sihombing, berusaha melerai, tetapi gagal.

”Dia meremehkan saya. Dia bilang saya anak kemarin sore. Maklum, saya belum lama tinggal di Jakarta,” kata Hasan saat ditemui wartawan di Polsek Metro Ciracas, Sabtu. Ia mengaku menyerahkan diri datang ke kantor Polsek Metro Ciracas.

Cekcok mulut pun berubah menjadi perkelahian. Karena mabuk berat, Poltak tidak mampu mengimbangi Hasan. Poltak pun jatuh. Kepalanya terbentur beton jalan. Polisi pun menjerat Hasan dengan Pasal 351 KUHP, yaitu menganiaya hingga menyebabkan kematian seseorang. ”Hukuman maksimalnya 15 tahun penjara,” ucap Kepala Polsek Metro Ciracas Komisaris Senen, Sabtu malam.

Poltak tewas karena pukulan tangan kosong dan tendangan Hasan. ”Pelipis kiri dan kepala bagian belakang luka sobek. Diduga karena dipukuli pelaku,” ucap Senen.

Peristiwa lain terjadi hari Rabu (5/1/2010). Juru parkir, Anton (27), menganiaya Irawan (24) dengan celurit karena kesal perintahnya tak didengar korban. Penganiayaan terjadi di Jalan Inpres Kelurahan Tengah, Kramatjati. Meski luka parah, Irawan selamat dan dirawat di Rumah Sakit Pasar Rebo dengan lima jahitan.

Kejahatan lain terjadi hari Minggu (2/1/2010) pukul 21.30. Sigit Permana (20), warga Pisangan Timur, Pulo Gadung, dihipnotis seorang pria tak dikenal. Menjelang kejadian, Sigit naik sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi E-2415-LH. Ia hendak menjemput kakaknya yang baru datang dari luar kota di Terminal Bus Rawamangun.

Sampai di Jalan Taman Pulo Asem Utara, seorang pria menghentikan Sigit dan bertanya alamat. Si pelaku menepuk pundak Sigit sehingga terhipnotis dan menuruti perintah si pria tersebut.

Pencurian kendaraan bermotor lainnya dalam pekan lalu juga terjadi di Cipayung.

Kejahatan paling ringan terjadi di wilayah hukum Polsek Metro Pulo Gadung. Nyonya Ipit (30) dikeroyok pasangan suami-istri Gusti (35) dan Imah (30). Menurut Kapolsek Metro Pulo Gadung Komisaris Dani Hamdani, keributan di antara ketiga orang ini sudah berulang kali terjadi sampai pernah diselesaikan di kantor RW 02 Balekambang, Kramatjati.

Keributan terakhir terjadi Selasa (4/1) di depan rumah pasangan Gusti-Imah. Keduanya secara bergantian membekuk dan menampari Ipit. Wajah Ipit pun memar. Sebagian pakaiannya compang-camping oleh cakaran Gusti-Imah. Merasa terhina, Ipit pun mengadu kepada suaminya. Selanjutnya, sang suami melapor ke Polsek Metro Kramatjati.

Di Jakarta Barat terjadi satu kasus kejahatan keras. Mutaroh (31), pembantu rumah tangga, dibunuh kawanan perampok. Peristiwa terjadi di rumah majikannya di kompleks perumahan Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jumat (8/1/2010). Di tubuh korban terdapat 32 tusukan.

”Di leher sebelah kanan ada banyak tusukan, sebelah kiri juga banyak, dan di belakang leher satu. Kemudian di perut dan kening satu,” ucap Kapolsek Metro Cengkareng Komisaris Ruslan.

Peristiwa itu diketahui seorang sopir bernama Sukrisno sekitar pukul 11.00. Saat tiba di rumah majikannya, Sukrisno curiga melihat pintu pagar rumah tak terkunci. Saat masuk, ia terkejut melihat Mutaroh tergeletak bersimbah darah di lantai ruang tamu.

”Diduga, peristiwa ini terjadi dalam rentang waktu pukul 07.00 hingga 11.00,” kata Ruslan. Ia menduga aksi brutal terjadi karena para perampok panik menghadapi korban.

Di Jakarta Selatan, mahasiswi Irni (20) dianiaya seorang pria berinisial RD di toilet sebuah mal di Cilandak. Pelaku menganiaya mahasiswi fakultas hukum ini karena menduga Irni meneror istri RD.

Menurut Kapolsek Metro Cilandak Komisaris Azhar Nugraha, dari Plaza Senayan, Irni yang mengendarai mobil dibuntuti pelaku yang menggunakan sepeda motor ke sebuah mal di Cilandak.

Saat masuk ke toilet, Irni dianiaya. Pelaku terus saja memukuli dan menyekap sambil memaksa Irni mengakui perbuatannya. Kurang puas atas apa yang dilakukannya, pelaku kemudian menyetrum Irni dengan alat seperti senter.(WIN)


Editor : Jimmy Hitipeuw
Sumber: