ADI DWIJAYADI
Sebuah banner dukungan terhadap Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono terpasang di sebuah papan dekat Silang Barat Monas, Jakarta, Jumat (28/1/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah baliho yang menyindir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewarnai aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Istana Merdeka, Jakarta. Baliho tersebut terpasang di papan dekat air mancur di Silang Barat Monas, Jakarta. Belum diketahui siapa yang memasangkan baliho biru berukuran lebar 2 meter dan tinggi 6 meter yang tak bernama itu.
Diduga, baliho tersebut dipasang Jumat (28/1/2011) sekitar pukul 17.00 WIB oleh kelompok pendukung Presiden. Pada bagian atas terdapat tulisan berwarna merah berbunyi, "Walaupun Rakyat Marah... Saya Tidak Akan Pernah Turun, Mohon Doa Restu."
Di tengah baliho, ada sosok Presiden RI itu mengenakan kemeja batik dan tangannya sedang memetik gitar. Di bawahnya, ada tulisan putih "Mohon Kenaikan Gaji, dan Maaf Kalau Saya Sering Bohong." Tak lupa, tambahan tulisan "Tertanda SBY" di pojok kanan bawah.
Sementara itu, di tengah aksi unjuk rasa gabungan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Gerakan Pemuda untuk Revolusi Indonesia, sepotong mercon meledak di parkiran motor. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan. Hanya serbuk putih yang menempel di dedaunan. Massa yang menamakan dirinya Gerakan Pemuda untuk Revolusi Indonesia (GPRI) akhirnya membubarkan diri sejak petang tadi setelah turun hujan deras.
