Jumat, 18 Maret 2011

News

Wahid Institute Terima Paket Hanya Isu!

  • Penulis :
  • Maria Natalia
  • Jumat, 18 Maret 2011 | 22:43 WIB
Anggota Gegana Brimob memeriksa lokasi ledakan di kompleks Kantor Berita Radio 68H, Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (15/3/2011). Bom diduga berasal dari sebuah paket buku yang dialamatkan ke Ulil Abshar Abdalla. | TRIBUN NEWS/HERUDIN

JAKARTA, KOMPAS.com — Isu teror paket bom buku yang berlangsung sepanjang hari ini turut menyeret nama Wahid Institute sebagai penerima berikutnya. Tersebar isu malam ini, Wahid Institute juga mendapatkan paket buku yang meresahkan itu. Namun, isu tersebut ditampik oleh Ketua Wahid Institute, Yenny Wahid.

Menurut Yenny, pihaknya tidak menerima paket asing hari ini. Namun, seseorang yang tidak dikenal mendatangi Wahid Institute dan orang tersebut menolak untuk memberikan kartu identitasnya pada penjaga malam itu.

"Belum sampai dikirim paket, tapi ada orang mencurigakan datang. Baru sampai halaman, belum sampai masuk kantor sudah dihadang office boy (OB). Ketika ditanya kartu identitas, orangnya enggak bisa jawab, terus dia memutuskan pergi. Kata OB, orang itu seperti bawa kamera tersembunyi kecil," tutur Yenny melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Jumat (18/3/2011).

Isu ini sempat membuat sejumlah media mendatangi Wahid Institute. Namun, tampak kantor di wilayah Jakarta Pusat itu sepi dan aman. Pagar pun sudah terkunci rapat.

Editor : I Made Asdhiana
Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Teror Bom Buku
[x] close