Kamis, 24 April 2014

News /

Harga Beras Naik

Kamis, 28 April 2011 | 03:37 WIB

Baca juga

GORONTALO, KOMPAS - Pascapanen padi di Provinsi Gorontalo, harga beras di pasar tradisional cenderung naik dibandingkan dengan masa sebelum panen. Harga satu kilogram beras saat ini Rp 6.400, atau meningkat Rp 400 daripada harga sebelum panen. Tingginya harga beras membuat Perum Bulog Gorontalo belum banyak menyerap beras.

Seorang pedagang beras di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Nonce Kasim, Rabu (27/4), menyatakan, kemungkinan kenaikan harga beras di daerahnya disebabkan beras hasil panen dijual ke Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, hasil panen kali ini tidak terlalu melimpah akibat sebagian petani mengalami gagal panen.

”Ada kabar bahwa sebagian beras di Gorontalo dijual ke Manado. Selain itu, hasil panen kali ini tidak terlalu bagus. Barangkali itu yang menyebabkan harganya cenderung naik,” kata Kasim, Rabu (27/4) di Gorontalo.

Menurut Kepala Perum Bulog Divisi Regional Gorontalo, Benhurd Ngaimi, pascapanen perdana tahun ini pihaknya sudah menyerap beras 200 ton sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.060 per kilogram (kg). ”Kami tetap membeli beras dengan harga di atas HPP untuk persediaan, antara lain beras bagi rakyat miskin dan beras untuk korban bencana,” katanya.

Di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, harga gabah kering panen (GKP) saat ini Rp 3.200-Rp 3.300 per kg, atau jauh di atas HPP Rp 2.640 per kg. Kondisi ini membuat mitra Perum Bulog kesulitan membeli beras. Akibatnya, serapan beras dari mitra Perum Bulog di wilayah itu turun hampir 50 persen.

Imam Sampurno, salah satu mitra Perum Bulog Subdivre IV Banyumas, Rabu, mengakui, dalam kondisi normal biasanya mampu memasok ke Perum Bulog 30 ton sekali kontrak. ”Sekarang hanya sanggup beli sekitar 15 ton. Itu pun harus cari ke daerah pelosok,” kata Imam.

Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Agus Purwanto, mengungkapkan, tingginya harga gabah diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus saat panen raya musim tanam gadu (kedua). Saat ini pasokan dari mitra Bulog di Banyumas, turun dari 1.000-1.300 ton per hari pada bulan Februari lalu, menjadi berkisar 500-600 ton per hari.

Di Pasar Wage Purwokerto, harga beras C4 medium Rp 5.800 per kg dari sebelumnya Rp 5.500 per kg, beras C4 premium sekitar Rp 7.200 per kg dari sebelumnya Rp 6.900. Sementara beras kualitas premium seperti Mentik Wangi, naik dari Rp 7.300 per kg pada Maret lalu kini Rp 7.600.

Perum Bulog Lampung juga baru mampu menyerap 16.000 ton beras selama masa panen raya musim rendeng (pertama) pada Maret-Mei. Padahal, target untuk penyerapan beras 100.000 ton pada panen raya. Kepala Perum Bulog Divre Lampung, Bakri, Rabu, mengatakan, daya serap beras oleh pasar umum cenderung lebih tinggi daripada Bulog.

Sementara, menurut Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre Banyuwangi, Sukandar, pihaknya siap menyuplai kebutuhan beras ke Surabaya dan Indonesia bagian timur. Sampai saat ini cadangan beras di Banyuwangi telah mencapai 11.862 ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal selama lima bulan lebih.

(MKN/NIT/APO/JON/GRE)


Editor :