Harga Beras Naik - Kompas.com

Harga Beras Naik

Kompas.com - 28/04/2011, 03:37 WIB

GORONTALO, KOMPAS - Pascapanen padi di Provinsi Gorontalo, harga beras di pasar tradisional cenderung naik dibandingkan dengan masa sebelum panen. Harga satu kilogram beras saat ini Rp 6.400, atau meningkat Rp 400 daripada harga sebelum panen. Tingginya harga beras membuat Perum Bulog Gorontalo belum banyak menyerap beras.

Seorang pedagang beras di Pasar Sentral, Kota Gorontalo, Nonce Kasim, Rabu (27/4), menyatakan, kemungkinan kenaikan harga beras di daerahnya disebabkan beras hasil panen dijual ke Manado, Sulawesi Utara. Selain itu, hasil panen kali ini tidak terlalu melimpah akibat sebagian petani mengalami gagal panen.

”Ada kabar bahwa sebagian beras di Gorontalo dijual ke Manado. Selain itu, hasil panen kali ini tidak terlalu bagus. Barangkali itu yang menyebabkan harganya cenderung naik,” kata Kasim, Rabu (27/4) di Gorontalo.

Menurut Kepala Perum Bulog Divisi Regional Gorontalo, Benhurd Ngaimi, pascapanen perdana tahun ini pihaknya sudah menyerap beras 200 ton sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.060 per kilogram (kg). ”Kami tetap membeli beras dengan harga di atas HPP untuk persediaan, antara lain beras bagi rakyat miskin dan beras untuk korban bencana,” katanya.

Di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara, Jawa Tengah, harga gabah kering panen (GKP) saat ini Rp 3.200-Rp 3.300 per kg, atau jauh di atas HPP Rp 2.640 per kg. Kondisi ini membuat mitra Perum Bulog kesulitan membeli beras. Akibatnya, serapan beras dari mitra Perum Bulog di wilayah itu turun hampir 50 persen.

Imam Sampurno, salah satu mitra Perum Bulog Subdivre IV Banyumas, Rabu, mengakui, dalam kondisi normal biasanya mampu memasok ke Perum Bulog 30 ton sekali kontrak. ”Sekarang hanya sanggup beli sekitar 15 ton. Itu pun harus cari ke daerah pelosok,” kata Imam.

Ketua Asosiasi Perberasan Banyumas (APB), Agus Purwanto, mengungkapkan, tingginya harga gabah diperkirakan akan berlangsung hingga Agustus saat panen raya musim tanam gadu (kedua). Saat ini pasokan dari mitra Bulog di Banyumas, turun dari 1.000-1.300 ton per hari pada bulan Februari lalu, menjadi berkisar 500-600 ton per hari.

Di Pasar Wage Purwokerto, harga beras C4 medium Rp 5.800 per kg dari sebelumnya Rp 5.500 per kg, beras C4 premium sekitar Rp 7.200 per kg dari sebelumnya Rp 6.900. Sementara beras kualitas premium seperti Mentik Wangi, naik dari Rp 7.300 per kg pada Maret lalu kini Rp 7.600.

Perum Bulog Lampung juga baru mampu menyerap 16.000 ton beras selama masa panen raya musim rendeng (pertama) pada Maret-Mei. Padahal, target untuk penyerapan beras 100.000 ton pada panen raya. Kepala Perum Bulog Divre Lampung, Bakri, Rabu, mengatakan, daya serap beras oleh pasar umum cenderung lebih tinggi daripada Bulog.

Sementara, menurut Wakil Kepala Perum Bulog Subdivre Banyuwangi, Sukandar, pihaknya siap menyuplai kebutuhan beras ke Surabaya dan Indonesia bagian timur. Sampai saat ini cadangan beras di Banyuwangi telah mencapai 11.862 ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan lokal selama lima bulan lebih.

(MKN/NIT/APO/JON/GRE)

Editor

Terkini Lainnya

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

Regional
Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

Megapolitan
Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

Internasional
Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

Regional
Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

Regional
Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

Regional
Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

Nasional
Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

Megapolitan
Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

Nasional
Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

Megapolitan
'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

"Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

Nasional
Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

Nasional
Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

Nasional

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM