Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 15:34 WIB
Selama KTT ASEAN, Dilarang Demo!
Sabrina Asril | I Made Asdhiana | Kamis, 5 Mei 2011 | 18:08 WIB
|
Share:
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Anggota Pasukan Gabungan TNI dan Pasukan Pengamanan Presiden berusaha melumpuhkan pemberontak dalam simulasi pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (28/4/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan, kegiatan demonstrasi akan dilarang selama pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN pada 7-8 Mei 2011. Hingga kini, Polda Metro Jaya juga masih belum menerima pemberitahuan demonstrasi.

"Enggak bisa karena ini demi keamanan dan kenyamanan para tamu prioritas. Ini juga untuk menjaga kredibilitas negara kita," ucap Baharudin, Kamis (5/5/2011) di Polda Metro Jaya.

Apabila timbul aksi demonstrasi, lanjutnya, polisi akan membubarkan aksi itu. "Insya Allah, akan dibubarkan," katanya.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman juga menegaskan bahwa demonstrasi selama pelaksanaan KTT ASEAN dilarang.

Ia bahkan menyatakan bahwa kepolisian tidak akan memberikan izin kepada kelompok yang akan berdemo. "Enggak ada. Dan enggak akan kami izinkan," ucap Sutarman, Rabu (4/5/2011), saat berada di Kompleks Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

Polri akan mengerahkan 6.195 personel, semua unsur Polri akan diturunkan, termasuk sniper, untuk mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN yang dilaksanakan pada 7-8 Mei 2011. Ring pertama pengamanan dilakukan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Di ring 2 dan 3, pengamanan dilakukan TNI dan Polri.

Sebanyak 10 kepala negara dijadwalkan menghadiri KTT ini. Anggota ASEAN yang akan hadir adalah Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.