Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Duh... Istri Polisi Tewas Tertembak

Senin, 9 Mei 2011 | 10:51 WIB

Baca juga

MAKASSAR, KOMPAS.com — Kartini Indah Hajrah, istri anggota Polsek Passimarunnu, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, tewas tertembak di bagian kepala. Keluarga korban mencurigai ada indikasi pembunuhan dalam peristiwa itu.

Saat ini suami korban, Brigadir Dedy Arsandi, ditahan di Polsekta Kepulauan Selayar terkait kasus tertembaknya Kartini. Jenasah Kartini telah diotopsi di Rumah Sakit Bayangkara, Makassar. Jenazah itu tiba Minggu malam setelah menempuh perjalanan selama delapan jam dari lokasi kejadian di Kepulauan Selayar.

Di kening sebelah kiri guru Sekolah Dasar Bonarate ini terdapat luka tembak. Keluarga korban menduga ini adalah pembunuhan. "Kami otopsi untuk membuktikan kecurigaan kami. Ini tidak wajar karena luka di bagian kening kiri, sedangkan korban tidak kidal. Jadi, kemungkinan dia ditembak," kata Subair, saudara korban.

Menurut Subair, keluarga mencurigai suami Kartini, Dedy, yang adalah anggota polisi. Dalam beberapa bulan terakhir ini Kartini sering bercerita kepada ibunya bahwa dia sudah tidak mampu mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Pasalnya Dedy kerap ringan tangan dan jarang pulang ke rumah.

Masih menurut Subair, sebelum Kartini tewas, suami-istri itu terlibat pertengkaran setelah Kartini menanyakan sepeda motor yang dijual Dedy tanpa sepengetahuannya. Hal itu diceritakan kepada ibunya, Andi Nawar, beberapa jam sebelum kejadian.

Sementara menurut tetangga Kartini, setengah jam sebelum kejadian, mereka melihat korban ke kantor polsek untuk mencari suaminya. Lalu korban kembali lagi ke rumahnya. Tak berapa lama, terlihat suami korban datang ke rumah. Terdengar pertengkaran hebat dan tak lama terdengar tembakan.

Kini Kepolisian Resor Kepulauan Selayar masih menyelidiki dugaan penembakan anggotanya terhadap sang istri tersebut. Menurut Ajun Komisaris Besar Setiadi, Kapolresta Kepulauan Selayar, pihaknya masih menyelidiki kematian Kartini.

Berdasarkan olah TKP (tempat kejadian perkara), proyektil senjata revolver ditemukan di ranjang. Senjata itu diakui sebagai milik anggotanya. "Kami sudah menahan suaminya karena pada saat kejadian dia berada di TKP," kata Setiadi.

Sementara itu, jenazah korban sore ini akan dibawa kembali ke kampung halamannya di Kepulauan Selayar untuk dimakamkan di pemakaman keluarga.


Editor : A. Wisnubrata