Kamis, 21 Agustus 2014

News / Megapolitan

Kapolsek: Tuduhan Sumardy Bisa Gugur

Selasa, 7 Juni 2011 | 17:49 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolsek Tanah Abang, AKBP Johanson Simamora, mengatakan segala sangkaan terhadap CEO Buzz & Co, Sumardy, bisa saja gugur. Sumardy pun bisa saja bebas dari jeratan hukum asalkan dua pelapor mencabut laporan yang dibuat.

"Kalau laporan ini dicabut, yah langsung gugur (tidak jadi dipidanakan)," ungkap Johanson, Selasa (7/6/2011), di Mapolsektro Tanah Abang, Jakarta. Alasannya, lanjut Johanson, tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan merupakan delik aduan. "Sehingga kalau ada yang melapor akan kami tindak lanjuti sehingga akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Tapi apabila pelapor mencabut, gugur sendiri," ujarnya.

Dua pelapor yang membuat laporan di Polsek Metro Tanah Abang adalah sekuriti Kompas bernama Petrus Budi Raharjo dan sekuriti PT Ultra bernama Amirullah. Laporan lain terkait pengiriman peti mati juga dilakukan di Polsek Metro Menteng dan Polsek Metro Kebon Jeruk.

Sementara itu, petugas di bagian keamanan Kompas ketika dimintai konfirmasi mengatakan, pada Senin kemarin pihaknya didatangi anggota kepolisian dari Polsektro Tanah Abang. Polisi tersebut lalu mengajukan sejumlah pertanyaan terkait adanya kiriman peti mati yang ditujukan kepada GM Bisnis Kompas.com Edi Taslim.

"Jadi, kami tidak membuat laporan, tetapi kami didatangi kemudian kami diminta untuk datang ke Kantor Polisi Sektor Tanah Abang untuk menjelaskan kronologi seputar kiriman peti mati itu," kata petugas di bagian sekuriti.

Kapolsektro Tanah Abang Ajun Komisaris Besar Johanson Simamora ketika dimintai konfirmasi Kompas.com, Selasa sore, membenarkan bahwa pihaknya memang yang meminta petugas bagian keamanan Kompas datang ke kantornya untuk dimintai keterangan seputar kronologi pengiriman peti mati itu.

Seperti diberitakan, Kompas.com menerima sebuah peti mati berukuran anak kecil dengan sebuah kertas bertuliskan Rest In Peace Soon. Selain Kompas.com, media-media lain juga menerima paket serupa, yakni Jakarta Post, RCTI, SCTV, ANTV, Detik.com, Kaskus, dan Okezone.

CEO Buzz & Co, Sumardy, mengaku aksinya ini sebagai salah satu bentuk kreativitas dalam mempromosikan bukunya yang sedianya diluncurkan pada Senin (6/6/2011). Buku tersebut berjudul Rest In Peace Advertising: The Word of Mouth Advertising". Diakuinya, dunia periklanan sekarang seakan mati karena cara berpromosi yang digunakan sangat membosankan. Akhirnya, dia membuat ide gila ini dan berusaha menunjukkannya kepada para pesohor dunia maya, konsultan PR, media massa, hingga orang marketing perusahaan-perusahaan swasta di Jakarta.


Editor : Tri Wahono