Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:14 WIB
Parkir Motor di PRJ Semrawut
Riana Afifah | I Made Asdhiana | Kamis, 30 Juni 2011 | 02:50 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Salah satu peserta Parade Jakarta Fair 2011, di Gambir Expo, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta Utara, Selasa (21/6/2011). Parade ini merupakan bagian dari acara Jakarta Fair 2011 yang telah berlangsung dari tanggal 9 Juni dan ditutup 10 Juli 2011.

JAKARTA, KOMPAS.com - Suasana Jakarta Fair Kemayoran 2011 pada hari libur Isra Mi'raj ini cukup padat. Namun sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan pelayanan yang baik dari pihak PRJ khususnya masalah parkir kendaraan bermotor.

"Untuk masuknya saja hampir 30 menit dari luar tadi. Kemudian cari lokasi parkir yang kosong saja hampir 15 menit karena tidak ada tukang parkir yang mengarahkan," ujar salah satu pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2011, Danu Priambodo (28), di Jakarta, Rabu (29/6/2011).

Lokasi parkir sepeda motor yang terletak di depan Pusat Niaga Jakarta International Expo memang cukup luas. Hanya saja banyaknya pengunjung yang mengendarai sepeda motor menyebabkan lokasi ini tampak sangat padat.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, para pengunjung yang hendak parkir di lokasi tersebut sangat kesulitan mendapatkan celah kosong karena sedikitnya juru parkir yang mengarahkan.

Sebenarnya di bagian dalam dari lokasi tersebut masih tersedia celah kosong. Hanya saja banyaknya pengunjung yang memilih parkir di depan agar tidak jauh masuk ke tempat pameran mengakibatkan banyak kendaraan harus berputar untuk mencari celah kosong tersebut.

Selain itu, arus keluar dan arus masuk pengunjung mencari celah parkir tersebut tidak teratur sehingga beberapa kali pengendara motor harus saling mengalah di jalan yang cukup sempit agar bisa lewat. Hanya ada dua juru parkir mengenakan rompi ungu di lokasi sebesar itu yang berusaha menertibkan agar arus lancar dan parkir rapi.

"Itu di belakang masih ada yang kosong. Tapi semuanya maunya cari enak parkir di bagian depan sampai ada yang nutupin motor lain gini. Petugasnya harusnya ngerapiin dong. Percuma bayar 8.000 kalau kayak gini," gerutu pengunjung lain, Eka Larasati (23).