"Tangkap Tangan atau Jebakan?" - Kompas.com

"Tangkap Tangan atau Jebakan?"

Kompas.com - 07/07/2011, 04:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernyataan pihak kepolisian bahwa Randy Lester Samu dan Dian Yudha Negara tertangkap tangan dibantah oleh tim kuasa hukum keduanya. Para anggota tim kuasa hukum tersebut beranggapan, klien mereka adalah korban jebakan polisi.

"Tangkap tangan atau jebakan? Itu jelas jebakan," tegas Victor Dedy Sukma, anggota tim Kuasa Hukum Randy Dian, kepada Kompas.com di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (6/7/2011).

Bantahan itu didasarkan pada adanya komunikasi selama dua minggu sebelum penangkapan terjadi antara kedua kliennya dan aparat kepolisian.

"Itu berarti sudah ada penyelidikan secara langsung. Komunikasi sebelumnya dengan Dian dan Randy menandakan bahwa penyidik sudah mengarahkan keduanya sebagai target penangkapan," urai Victor.

Atas dasar itu, lanjut Victor, tindakan pihak kepolisian lebih tepat disebut sebagai jebakan. Lagi pula, menurutnya, penyidik seakan-akan sudah mengetahui bahwa delapan iPad yang menjadi barang bukti tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia.

"Padahal, iPad yang akan dijual itu masih terbungkus rapi, ada segelnya, dan saat penangkapan terjadi itu belum dibuka. Bagaimana penyidik tahu iPad-nya tidak memiliki buku manual bahasa Indonesia?" kata Victor.

Ia menjelaskan, penangkapan itu seharusnya baru bisa dilakukan jika pihak kepolisian sudah memiliki bukti-bukti awal yang memadai.

Sebelumnya, dalam kesempatan jumpa pers di tempat yang sama, anggota tim kuasa hukum lainnya, Didit Wijayanto Wijaya, juga menegaskan hal sama. Ia mengatakan, cara menjebak yang digunakan pihak kepolisian adalah bentuk pelanggaran HAM.

"Pertanyaan yang menjebak saja dilarang sebagaimana diatur Pasal 166 KUHAP, apalagi menjebak tersangka dengan melakukan penyamaran," tandas Didit.

Menurut dia, penangkapan dengan cara menjebak hanya dapat dilakukan dalam tindak kejahatan khusus.

"Jebakan hanya bisa digunakan dalam kejahatan narkotika atau terorisme, yang terkait kejahatan terorganisasi," urai Didit.

Dengan menggunakan UU Telekomunikasi dan UU Perlindungan Konsumen, lanjut dia, dengan sendirinya penyidik mengategorikan tindakan yang dilakukan keduanya di luar kejahatan narkotika maupun terorisme. Apalagi, dalam dakwaan, keduanya dicantumkan sebagai karyawan swasta, bukan pelaku usaha.

"Jadi, mereka bukan penjual barang ilegal atau pedagang yang terorganisasi," kata Didit.

Randy dan Dian adalah terdakwa kasus penjualan delapan buah iPad yang tak memiliki buku manual berbahasa Indonesia. Keduanya ditangkap pihak kepolisian yang menyamar sebagai calon pembeli iPad di City Walk, Jalan KH Mas Mansyur No 121, Jakarta Pusat, pada 24 November 2010. Saat ini, proses persidangan kasus keduanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memasuki tahapan pemeriksaan saksi yang diajukan pihak kejaksaan.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLatief

    Terkini Lainnya

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Kunjungan Deddy Mizwar Tak Mengubah Sikap Cabut Dukungan Gerindra 

    Regional
    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Sandiaga: Atlet dan Pelatih DKI Akan Terima Honor Sebelum November

    Megapolitan
    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Terobos ke Stasiun Radio, Seorang Pria Tusuk Penyiar di Rusia

    Internasional
    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Menteri Susi Puji Tradisi Sasi dalam Merawat Alam Maluku

    Regional
    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Dramatis, Tim SAR Evakuasi Pria Depresi yang Panjat Pohon Selama 10 Jam

    Regional
    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Bupati Purwakarta dan Ulama Peringati Hari Santri di Bawah Guyuran Hujan

    Regional
    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Kecewa terhadap KPK

    Nasional
    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Penyelundupan Ponsel di Rutan Cilodong, Mulai dari Dalam Bra hingga Pembalut

    Megapolitan
    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko 'Online'

    Jokowi: Kenapa Tidak Ada Fakultas Ekonomi Digital? Jurusannya Toko "Online"

    Nasional
    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Tak Mau Bebani APBD, Sandiaga Ingin Pembangunan dan Perawatan Stadion BMW Pakai Dana Swasta

    Megapolitan
    'Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?'

    "Sampai Kapan Kami Harus Beribadah di Dekat Toilet?"

    Nasional
    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Sandi Mengaku Belum Bahas Janji Lepas Saham Bir Milik Pemprov DKI

    Megapolitan
    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Kapolri Perintahkan Jajarannya Lebih Perhatian pada Masalah Perempuan dan Anak

    Nasional
    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Usai Bunuh Anaknya dengan Diduduki, Seorang Ibu Serahkan Diri ke Polisi

    Regional
    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja 'Online'

    Jokowi Keceplosan Sebut Iriana Hobi Belanja "Online"

    Nasional

    Close Ads X
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM