Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 18:41 WIB
Pemerintah Impor Beras September
Selasa, 19 Juli 2011 | 03:28 WIB
|
Share:

Bogor, Kompas - Pemerintah memastikan mengimpor beras mulai bulan September 2011. Untuk kuotanya masih menunggu keputusan sidang Kabinet Indonesia Bersatu II. Kebutuhan impor beras itu semakin tinggi karena produksi beras internasional turun sehingga harganya naik.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perdagangan, Gunaryo, di Bogor, Jawa Barat, Senin (18/7), mengemukakan, ”Waktu impornya sekitar bulan September-Oktober. Alasannya bulan-bulan itu sudah mendekati paceklik. Untuk mengamankan cadangan stok, pemerintah memutuskan untuk impor tetapi kuotanya masih belum ditentukan.”

Tahun 2010 pemerintah memutuskan kuota impor beras sebesar 2 juta ton. Dari target tersebut, realisasinya tercatat 1.848.426 ton atau 92,5 persen dari seluruh kontrak pengadaan beras impor. Meski kuotanya belum diputuskan, sebelumnya Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menyebutkan, kebutuhan impor mencapai 1,6 juta ton jika ingin stok Perum Bulog aman.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan, selain mengandalkan pasokan dari Thailand dan Vietnam, pemerintah juga menjajaki India dan Pakistan. Tujuannya untuk mengantisipasi lonjakan harga beras di Thailand setelah pemerintahan baru terbentuk.

Harga beras di Thailand merambat naik setelah pemerintahan baru terpilih. Perdana Menteri terpilih Yingluck Shinawatra berencana membeli gabah petani untuk menjamin harga pada posisi Rp 4,3 juta per ton. Caranya dengan kebijakan pembelian beras langsung dari petani dengan harga di atas harga pasar.

Penurunan produksi

Secara terpisah, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi mengemukakan, berdasarkan data yang diperolehnya, diperkirakan produksi beras Vietnam tahun 2011 turun sekitar 200.000 ton dibandingkan 2010 menjadi 25,4 juta ton. Produksi beras Thailand tahun 2011 diperkirakan membaik, naik 500.000 ton dibandingkan 2010.

Penurunan perkiraan produksi terjadi di China dan Amerika Serikat. China adalah produsen beras terbesar dunia dengan produksi sekitar 138 juta ton. AS merupakan eksportir terbesar ketiga dunia, dengan ekspor sekitar 3,3 juta ton.

Indonesia adalah negara ketiga terbesar yang memproduksi beras, dengan perkiraan produksi menurut lembaga-lembaga internasional, sebanyak 37,6 juta ton. (ENY/MAS)

Editor :