Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Megapolitan

Pemilukada

Jokowi Gubernur DKI, Mengapa Tidak?

Rabu, 20 Juli 2011 | 15:07 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah Rano Karno resmi mendampingi Ratu Atut Chosiyah dalam Pemilihan Gubernur Banten, nama Joko Widodo alias Jokowi santer terdengar akan menjadi bakal calon dari PDI-P untuk Pemilu Gubernur DKI Jakarta 2012. Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, ketika dihubungi wartawan, Rabu (20/7/2011).

"Saya sempat dengar nama Jokowi akan dicalonkan menjadi bakal calon DKI 1 dari PDI-P," kata Andrinof.

Menurut dia, tidak ada masalah jika sosok Wali Kota Solo tersebut dicalonkan untuk menjadi salah satu kandidat Gubernur DKI pada 2012. Dia mengungkapkan bahwa tugasnya tidak akan berbeda jauh, yakni menata kota menjadi lebih baik.

"Tidak ada bedanya. Sama-sama mengurus kota juga kan. Hanya saja, Jakarta memang cakupannya lebih luas dibandingkan dengan Solo. Namun, itu bukan masalah," tutur Andrinof.

Dia bahkan menambahkan bahwa permasalahan di perkotaan tidak jauh dari padatnya masyarakat dan keluhan mengenai pelayanan publik. Hal ini sebenarnya terjadi di semua kota, tetapi kembali lagi pada individunya apakah memiliki komitmen penuh untuk memperbaiki dan mencari solusi untuk masalah ini.

Dia juga mengusulkan agar wali kota di daerah yang memiliki prestasi baik dalam menata kotanya diberi peluang untuk dapat maju sebagai bakal calon gubernur DKI. Hal ini tentu dimaksudkan agar perbaikan yang telah dilakukan di kotanya dapat diterapkan juga di Jakarta.

"Bedanya sih Jakarta itu ada pembagian wilayahnya, tetapi itu tidak masalah. Sekali lagi, hanya beda jangkauan luas kerjanya. Jakarta lebih luas," ujarnya.


Editor : Hertanto Soebijoto