KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
Ilustrasi : Bentrok warga kembali terjadi di kawasan Manggarai, jakarta, Minggu (3/7/2011). Bentrokan yang terjadi antara warga Menteng Tenggulun dan warga Pasar Rumput tersebut mengakibatkan belasan warga dari kedua belah pihak terluka dan sempat melumpuhkan arus lalu-lintas di sekitar kawasan tersebut.
JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah hampir dua hari berlalu, kepolisian masih belum menemukan motif di balik tawuran dua kelompok di perempatan Pondok Pinang, Jalan Ciputat Raya, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Rabu (20/7/2011) dini hari. Dari sembilan orang yang ditangkap pun belum pasti status hukumnya.
"Motif tawuran masih ditelusuri. Keterangan dari mereka yang diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan itu pun belum dapat diambil kesimpulan yang dapat menjelaskan secara pasti penyebab dan motif tawuran tersebut," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar, Kamis siang.
Menurut Baharudin, sebagaimana biasanya banyak orang yang diamankan polisi dari peristiwa tawuran, bentrokan, atau keributan masal, pengakuannya mereka berada di sana karena kebetulan atau datang ke lokasi karena melihat keramaian atau ribut-ribut. "Malah tidak jarang, mereka itu mengaku sebagai korban, bukan pelaku," katanya.
Status hukum kesembilan orang yang diamankan itu sampai hari ini juga belum jelas. Di antara mereka ada yang terluka. Polisi sendiri hanya menemukan satu senjata tajam dari lokasi tawuran. Belum diketahui pasti siapa pemilik dan pengguna senjata tersebut.
"Mereka masih diperiksa. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan Polres sampai nanti pukul 13.00, apakah mereka akan dipulangkan atau ditahan. Sembilan orang itu dari kedua belah pihak yang tawuran pada Rabu lalu. Nama dua kelompok itu saya tidak tahu, masih simpang siur buat saya. Silakan tanya ke Polres saja," katanya.
