Sabtu, 20 Desember 2014

News / Megapolitan

Kecelakaan Sahur on The Road

Disdik Prihatin Kecelakaan Siswa SMA 28

Senin, 15 Agustus 2011 | 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto menyatakan prihatin atas kecelakaan seusai acara Sahur on The Road (SOTR) yang merenggut nyawa dua siswa SMA 28, pekan lalu.

"Kami turut prihatin dan berbela sungkawa apa pun penyebabnya. Karena dua peserta didik yang meninggal dunia ini pasti punya potensi," ujar Taufik ketika dihubungi wartawan, Senin (15/8/2011).

Menurut dia, kejadian ini dapat menjadi introspeksi bagi semua pihak. Baik pihak sekolah, siswa, maupun orang tua. Ia mengungkapkan, sudah ada rambu-rambu yang memberikan kesempatan warga sekolah untuk menjalankan kurikulum sesuai target dan melakukan aktivitas yang disesuaikan dengan bulan Ramadhan.

"Kegiatan yang religius dikedepankan dan sekolah-sekolah dapat melakukan kegiatan pesantren kilat," tutur Taufik.

Ia mengatakan, kepala sekolah harus bisa memberikan penjelasan apakah acara yang digelar para siswanya diketahui pihak sekolah atau tidak. Berdasarkan info yang diterima, kegiatan tersebut tidak resmi.

"Jadi hanya inisiatif mereka saja. Kumpulnya juga tidak di SMA 28, bahkan tidak ada acara pelepasannya," jelasnya.

Taufik menambahkan, jika para siswa ingin melakukan aksi sosial di bulan Ramadhan, sebaiknya dilakukan sesuai dengan instruksi gubernur dan tidak dengan membagikan makanan di jalanan.

"Saya akan tegas menyatakan Sahur On The Road lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Saya juga ingin orangtua lebih memperhatikan hal ini. Orang tua harus tegas apakah kegiatan tersebut mendapat izin dari sekolah atau tidak," imbau Taufik.


Editor : Inggried