KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Ilustrasi : Kondisi bangunan Stasiun Jakarta Kota yang dikenal sebagai Stasiun Beos yang dibangun tahun 1929 masih megah dan terawat baik, Minggu (24/7/2011).
JAKARTA, KOMPAS.com - Senior Manager Sekuriti Daop I Jakarta Ahmad Sujadi mengatakan, selama operasi Ketupat Jaya 2011, pihaknya akan bekerja sama dengan aparat Brimob Polda Metro Jaya untuk mengamankan arus mudik. Selain Brimob, Polsuska dan petugas keamanan stasiun juga dikerahkan.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 310 personel Brimob yang bertugas mengamankan stasiun utama dan kereta. Selain itu, 52 polsuska disigakan di tiap kereta yang akan dinaiki penumpang. Sementara pengamanan lingkungan stasiun dilakukan petugas keamanan sebanyak 1.500 personel.
"Tahun ini pengamannya berbeda. Bila tahun lalu kereta tiba sudah bisa dinaiki, maka tahun ini bila kereta tiba maka harus dikosongkan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan dan baru diperkenankan naik bila sudah ada rekomendasi dari petugas keamanan," ungkap Ahmad, Senin (15/8/2011), usai melakukan rapat koordinasi persiapan Operasi Patuh Jaya 2011 dengan lintas sektor di Polda Metro Jaya.
Ahmad mengatakan, pengamanan diperketat untuk menciptakan kenyamanan pemudik. Melihat pengalaman tahun lalu, banyak keluhan dari penumpang yang merasa kehilangan barang-barangnya. Selain itu, PT KAI juga akan melakukan pembatasan penumpang kereta. Untuk kelas ekonomi satu kereta dibatasi sebanyak 150 orang.
"Kami harapkan, dengan ini penumpang akan merasa lebih nyaman," ujarnya.
Dalam Operasi Ketupat Jaya 2011 ini, Polda Metro Jaya menurunkan 18.000 personelnya untuk mengamankan arus mudik. Pengamanan juga ditambah dengan keterlibatan petugas Satpol PP, TNI, Dishub, Damkar, dan Dinkes yang jumlahnya mencapai 3.000 personel.
Seluruh personel itu akan disiagakan di pos pengamanan yang ada di tiap titik keberangkatan mudik seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Operasi Ketupat Jaya dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus-7 September 2011.
