Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:21 WIB
Polda Metro Jaya Siap
| Selasa, 16 Agustus 2011 | 03:23 WIB
|
Share:

 Jakarta, Kompas - Polda Metro Jaya menyatakan kesiapannya melaksanakan Operasi Ketupat Jaya 2011 berkaitan dengan kegiatan mudik dan Lebaran. Tempat wisata, rumah ibadah, dan distribusi bahan bakar akan diamankan. Operasi akan digelar 16 hari, mulai 23 Agustus mendatang.

Kesiapan mengelar operasi tersebut disampaikan Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal (Pol) Suhardi Alius seusai rapat lintas sektoral terkait persiapan pelaksanaan operasi di Gedung Biro Operasi Polda Metro Jaya, Senin (15/8) siang.

Hadir dalam rapat tersebut, selain sejumlah pejabat jajaran Polda Metro, perwakilan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, PT Kereta Api Indonesia, PT Pertamina, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta, Dinas Pariwisata DKI Jakarta, serta sejumlah pengelola tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya.

Suhardi Alius mengatakan, rapat ini membahas kesiapan semua pemangku kepentingan untuk melancarkan kegiatan mudik dan Lebaran masyarakat.

”Kami juga menerima laporan-laporan, instansi, atau tempat mana saja yang perlu kekuatan polisi atau tenaga pengawalan polisi, selain titik-titik di mana ada rumah ibadah atau masjid,” katanya.

Menurut Alius, ada tiga tempat wisata favorit di Jakarta yang perlu penambahan penjagaan atau patroli polisi, yakni Ancol, Ragunan, dan Taman Mini.

Pihak Pertamina juga sudah memohon untuk mengawal mobil-mobil tangki penyuplai BBM agar tiba di tempat tujuan sesuai dengan jadwal, terhindar dari kemacetan arus lalu lintas, sehingga distribusi BBM dalam masyarakat lancar.

Perwira tidak boleh cuti

Polda Metro Jaya mengerahkan 2/3 kekuatannya dan tidak memperbolehkan pejabat atau perwira di jajarannya mengambil cuti.

”Kalau minta cuti, silakan meletakkan jabatannya saja dan tidak usah jadi polisi,” kata Alius.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno mengungkapkan, dalam Operasi Ketupat Jaya 2011, sedikitnya akan dilibatkan 18.444 personel, ditambah 3000 personel dari berbagai instansi terkait, termasuk dari Kodam V/Jayakarta.

Posko, pos pengamanan, dan pos pelayanan juga akan dibangun sebanyak 128 pos. Pos pengamanan akan didirikan di dekat pusat-pusat keramaian masyarakat, seperti terminal bus, stasiun kereta api, dan tempat wisata.

Pos pelayanan juga dibangun di titik-titik yang dilalui pemudik, di dekat rawan kecelakaan, serta tempat pemudik beristirahat.

Pengamanan kereta

Senior Manager Sekuriti Daops I Jakarta Ahmad Sujadi mengatakan, pihaknya juga meminta bantuan sekitar 310 personel Brimob Polda Metro Jaya untuk membantu pengamanan di stasiun utama dan dalam kereta api. Selain itu, juga minta disiapkan 52 personel polisi khusus KA di tiap-tiap KA yang akan dipakai pemudik serta minta menyebar 1.500 petugas keamanan internal di stasiun-stasiun.

”Kalau tahun lalu, kereta tiba sudah bisa dinaiki. Tahun ini, kereta tiba harus dikosongkan terlebih dahulu untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dinyatakan clear atas rekomendasi petugas keamanan, baru penumpang diperkenankan naik, masuk gerbong,” katanya.

Untuk menjamin kenyamanan selama perjalanan dan sampai di tujuan, gerbong kelas ekonomi juga dibatasi penumpangnya, maksimal 150 orang.

Adapun Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Riza Hasyim mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan kendaraan-kendaraan yang akan dioperasikan untuk mudik dan Lebaran. Pengecekannya meliputi dokumen kendaraan dan izin trayek, SIM pengemudinya, serta kondisi fisik kendaraan mulai dari lampu, rem, sampai ban.

”Pengecekan kondisi sopir dan kendaraan juga dilakukan kembali ketika mobil akan berangkat mengangkut penumpang di terminal-terminal bus. Saat ini, ada empat terminal bus utama dan 10 terminal kecil atau tambahan. Personel yang kami turunkan 1.174 orang. Dioperasikan juga mobil laboratorium dari dinas kesehatan,” katanya. (RTS)