Rabu, 1 Oktober 2014

News / Megapolitan

Salah Seorang Pembajak KA Mengaku Marinir

Sabtu, 27 Agustus 2011 | 12:38 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal (Pol) Suhardi Alius mengungkapkan, kericuhan yang terjadi di Stasiun Senen pada Sabtu (27/8/2011) pagi ini diakibatkan adanya aksi pembajakan KA Gayajana tambahan Lebaran. Pembajakan dilakukan oleh tiga orang, salah seorang mengaku sebagai anggota Marinir.

Ia mengatakan, peristiwa pembajakan ini bermula saat KA Gajayana Malang-Jakarta sampai di Stasiun Trisi, Indramayu. Ketika itu, tiga orang masuk ke lokomotif masinis.

"Kurang lebih 2,5 jam lalu terjadi sesuatu di stasiun Trisi (setelah stasiun Cirebon). Ada tiga orang yang masuk ke lokomotif masinis," ujarnya, Sabtu (27/8/2011), di Stasiun Senen, Jakarta.

Ketiga orang itu, lanjut Suhardi, mengarahkan masinis untuk mengikuti kemauan komplotan ini.

"Diarahkan ketemu sama komandannya. Jadi, tanda petik kereta diarahkan untuk ikut kemauannya," ujar Suhardi.

Suhardi melanjutkan, kereta pun melaju ke arah Jakarta. Di dalam perjalanan, masinis memberi sinyal ke pusat pengendali di Jakarta bahwa kereta dalam kondisi dibajak.

"Minta semua dibuka, tidak ada berhenti-berhenti," ujarnya.

Akhirnya, kereta yang seharusnya berhenti di Stasiun Gambir itu terpaksa parkir di Stasiun Jatinegara.

"Karena kondisinya dibajak, kita lakukan penyergapan di Senen. Begitu masuk Senen, kami sergap, sekarang kami amankan.," tutur Suhardi.

Kepala Biro Operasi Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sujarno mengungkapkan, salah seorang pelaku mengaku sebagai anggota TNI AL. "Jadi, bukan anggota Brimob. Anggota kami yang justru menyergap," tuturnya.


Editor : Pepih Nugraha