Senin, 22 September 2014

News / Megapolitan

Korban Pemerkosaan di Angkot Tak Sengaja Bertemu Pelaku

Rabu, 14 September 2011 | 18:37 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Korban pemerkosaan di dalam angkutan umum D02 (Pondok Labu-Ciputat), RS (27), tidak sengaja bertemu dengan salah seorang pelaku yang menodainya pada Selasa (13/9/2011) sekitar pukul 20.00. Ia pun langsung melaporkan pelaku ke petugas lalu lintas terdekat.

Wakil Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Komisaris Sungkono menuturkan, pelaku ditangkap di traffic light Lebak Bulus, Jakarta Selatan. "Saat korban pulang kerja, dia lihat ada orang mirip pelaku lagi ngetem di traffic light Lebak Bulus. Tidak sengaja," ucap Sungkono, Rabu (14/9/2011), di Polres Jakarta Selatan.

Ia melanjutkan, korban langsung melaporkan keberadaan pelaku ke petugas lalu lintas Polres Jakarta Selatan, yakni Briptu Umar Said dan Briptu Utomo Hidayat. "Dia teriak kalau sopir angkot itu yang memerkosa dia, dan minta untuk ditangkap," kata Sungkono.

Sebelum ditangkap polisi, warga yang mendengarkan teriakan itu sontak langsung mendatangi pelaku. Pelaku pun jadi bulan-bulanan warga. Polisi langsung mengamankan pelaku beserta mobil angkutannya dengan pelat nomor polisi B 8639 CN, yang dipakai untuk memerkosa RS pada 1 September 2011.

"Pelaku mengaku di pos polisi kalau dia memang memerkosa korban. Akhirnya, kami amankan, sekarang ditahan di Polres Jakarta Selatan," tutur Sungkono. Sementara itu, tiga pelaku lainnya, yakni Andri alias Putaw, Sebastian, dan Aris, masih diburu polisi.

Peristiwa ini bermula saat RS (27), warga Pondok Gede, pulang kerja sekitar pukul 00.30 pada Kamis, 1 September 2011. Ia menaiki Kopaja P19 jurusan Tanah Abang-Ragunan. Ia lalu turun di wilayah Cilandak untuk melanjutkan perjalanan ke arah Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Melihat ada perempuan seorang diri menunggu di pinggir jalan, empat pelaku yang membawa mikrolet D02 (Ciputat-Pondok Labu) langsung menghampiri korban. Mikrolet itu dikemudikan juga oleh salah seorang pelaku, Yogi.

Pelaku menawarkan korban akan mengantar sampai ke Pasar Rebo. Karena sudah tidak ada lagi angkutan umum, korban akhirnya mau menaiki mobil korban. Saat korban menaiki mobil, pelaku lainnya, yaitu Andri alias Putaw, mengajak untuk melakukan hubungan badan. Korban menolak. Korban lalu dipaksa membuka baju dan diperkosa di dalam angkutan tersebut.

"Mulut dibekap, kaki dan tangan diikat," ungkap Sungkono. Korban juga diperkosa bergilir oleh tiga pelaku lainnya, yakni Yogi, Aris, dan Sebastian.

Pemerkosaan berlangsung selama mikrolet itu berjalan dan memutar-mutar di wilayah Trakindo hingga Cilandak. "Untuk enggak ketahuan, mobil dimatikan lampunya dan dipasang musik," kata Sungkono.

Setelah puas melakukan aksinya, korban dibuang di perumahan Marinir, Pemancingan, Cilandak. Beberapa barang bawaan korban, seperti Blackberry Gemini dan ponsel Esia, juga dirampas pelaku.


Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo