Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:32 WIB
Lal Lintas
Desember, Parkir Liar di Pasar Baru Dihapus
| Hertanto Soebijoto | Rabu, 12 Oktober 2011 | 09:26 WIB
|
Share:
Lasti Kurnia/KOMPAS Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta merantai dan mengembok motor yang parkir sembarangan di pinggir Jalan Hayam Wuruk, dekat jembatan penyeberangan pusat pertokoan Glodok, Jakarta, Rabu (14/9/2011)

JAKARTA, KOMPAS.co — Setelah berhasil menertibkan parkir liar di sepanjang Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, untuk selanjutnya menerapkan parkir off street (dalam gedung) di kawasan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI pada Desember juga akan menertibkan parkir liar di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Sudah disurvei, ketiga gedung tersebut dapat menjadi tempat parkir di kawasan Pasar Baru.
-- Udar Pristono

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, nantinya akan ada tiga gedung yang diberdayakan untuk menampung kendaraan yang hendak parkir. Ketiga gedung tersebut adalah Istana Pasar Baru dengan kapasitas 500 mobil, Pasar Baru Square dengan kapasitas 80 mobil, dan Pasar Baru Atom dengan kapasitas 300 mobil.

"Sudah disurvei, dan ketiga gedung tersebut dapat menjadi tempat parkir di kawasan Pasar Baru. Penertiban parkir ini berfungsi untuk menata lingkungan dan untuk mengembalikan fungsi jalur bagi pejalan kaki," kata Pristono, Selasa (11/10/2011).

Namun, untuk menghapus parkir liar, selain harus menertibkan kendaraan yang biasa parkir di lokasi tersebut, pihaknya juga terkendala banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menutup akses masuk kendaraan ke gedung parkir.

"Contohnya di Istana Pasar Baru, di depannya PKL berjajar. Akibatnya, kendaraan sulit masuk. Untuk itu, kami meminta kepada wali kota setempat untuk mengatur kawasan tersebut," tuturnya.

Sebelumnya, pihaknya juga ditentang oleh masyarakat di kawasan tersebut lantaran penutupan gerbang Pasar Baru. Namun, seiring berjalannya waktu, masyarakat mulai menyadari kawasan Pasar Baru memang diperuntukkan bagi para pejalan kaki sehingga protes yang muncul akibat penutupan gerbang dapat diredam.