Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 03:33 WIB
JALUR SEPEDA DI BELANDA
Iri Melihat Nyamannya Bersepeda di Eindhoven
| Senin, 17 Oktober 2011 | 02:36 WIB
|
Share:

Windoro Adi

Di halaman depan Gereja Santa Chatarina, Eindhoven, Belanda, di satu tiang besi tersandar sepeda onthel perempuan warna hitam. Sepeda dirantai. Di bagian kerangka utamanya hanya tertulis ”Old Dutch”. Meski demikian, onthel tersebut belum tua karena garpunya berbentuk garpu sepeda gaya 2000-an.

Jalanan di sekitar gereja berwarna merah gelap. Hal ini menandai semua jalanan di sana untuk jalur sepeda. Gereja terletak di antara puluhan bangunan tua bertembok telanjang bata merah. Sebagian besar bangunan tua ini dijadikan kafe-kafe mungil, museum, galeri, dan toko-toko fesyen.

Letak gereja tak jauh dari kompleks Piazza Center di Jalan 18 Septemberplein. Piazza menandai jantung kota Eindhoven. Sekitar Piazza menjadi kawasan bebas kendaraan bermotor. Yang boleh melintas di kawasan itu hanya sepeda dan pejalan kaki.

Kawasan De Bergen, Wilhilminaplein, Dommelstraat, Willemstraat, Groteberg, Kleine Berg, sampai Kerkstraat. Semua lorong jalan di sana lapang, bersih, dan nyaman untuk bersepeda atau berjalan kaki, seperti terasa pada Senin (26/9) pagi.

Pukul 06.30 di sana, puluhan pesepeda dengan busana dinas, harian, sampai busana santai terus hilir mudik. Kaum lanjut usia duduk-duduk di taman dekat Piazza, menikmati cahaya matahari. Beberapa ibu muda dengan sepatu bot berbulu domba mendorong kereta bayi.

Sampai pukul 09.00, toko-toko fesyen belum buka, tetapi kafe-kafe yang menata bangku- bangku hingga jalanan sudah ramai dikunjungi tamu yang sarapan atau sekadar minum kopi dan merokok.

Negeri sepeda

Belanda memang dikenal sebagai salah satu negeri sepeda. Setiap warga rata-rata punya dua sepeda. Ruas jalan di Eindhoven terbagi sama lebarnya antara jalur mobil dan bus, jalur sepeda, dan jalur pedestrian. Lebar tiap-tiap jalur 4 meter. Jalan sepeda diberi warna merah gelap seperti warna pada jalur bus transjakarta di Jakarta.

Semua tempat usaha di Eindhoven menyediakan tempat parkir sepeda yang luasnya melebihi tempat parkir mobil. Setiap persimpangan jalan dilengkapi dengan lampu rambu lalu lintas untuk sepeda. Di Piazza, pengemudi sepeda bahkan bebas naik turun tangga elevator, menyusuri gerai-gerai di mal tersebut. Di kawasan permukiman, sepeda ditambatkan pada besi-besi tambatan bak tambatan kuda-kuda tunggang.

Menurut situs Cycling in the Netherlands, Belanda memiliki jaringan dan jalur bersepeda terbaik di dunia. Terdapat lebih dari 19.000 kilometer jalur sepeda, sementara jarak Belanda dari utara ke selatan hanya 350 kilometer dan dari barat ke timur sekitar 200 kilometer.

Cuma 1,5 kilometer

Bandingkan dengan jalur sepeda di kawasan Melawai sampai Taman Ayodya, Jakarta Selatan, yang cuma 1,5 kilometer, dengan lebar kurang dari 2 meter. Di jalan raya, cuma jalur sepeda itu yang dimiliki Jakarta.

Soal populasi sepeda di dunia, Bambang Setia Budi, pengamat tata kota dari ITB, mengatakan, China menempati urutan pertama di dunia dalam hal bersepeda. Di kota Tianjin dan Shenyang, misalnya, 65-77 persen penduduk memilih sepeda sebagai moda transportasi. Beberapa jalan raya di China memiliki lima sampai enam jalur sepeda.

Belanda? Belanda menduduki peringkat pertama di antara negara-negara maju di Eropa dan Amerika dalam soal sepeda. Sekitar 40 persen warganya memilih moda transportasi sepeda. Eindhoven adalah satu dari tiga kota di Belanda yang terbanyak memiliki sepeda.

Di peringkat atas adalah kota Groningen, Provinsi Groningen, yang memiliki jalur sepeda lebih dari 200 kilometer. Data pada 2010 tentang kota ini menunjukkan, 57 persen dari 216.000 warga Groningen memilih sepeda untuk transportasi dalam kota.

Oleh karena itu, saat membeli sepeda di Belanda, jangan lupa membeli perlengkapannya, pompa, tambal ban, ban dalam, dan kunci-kunci pas.