Kasus Pembunuhan Semakin Sadis - Kompas.com

Kasus Pembunuhan Semakin Sadis

Sabrina Asril
Kompas.com - 25/10/2011, 18:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus-kasus pembunuhan yang terjadi belakangan ini dinilai lebih kejam. Pasalnya, cara-cara dan dampak yang timbul terhadap korbannya semakin berbahaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar membenarkan bahwa kualitas kasus-kasus kejahatan kini semakin meningkat. Namun, dilihat dari kuantitasnya, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan.

"Memang, kualitas itu meningkat. Kualitas itu dilihat dari cara dan akibatnya," ujar Baharudin, Selasa (25/10/2011), di Mapolda Metro Jaya.

Namun, kata dia, kualitas peristiwa itu tidak menjadi perhatian polisi lantaran polisi melihat kerawanan suatu kasus dari segi kuantitasnya.

"Kualitas tidak menjadi perhatian, yang lebih penting bagaimana jumlahnya dan apa sebab kejadian, dan bagaimana mengungkap pelaku, itu yang lebih kami dalami," kata Baharudin.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kasus pembunuhan dari bulan Januari hingga September mencapai 53 kasus. Jumlah kasus pembunuhan terbanyak terjadi pada April dan Juni sebanyak 9 kasus. Pada bulan-bulan lainnya, seperti pada Januari terdapat 5 kasus pembunuhan, Februari (3), Maret (8), Mei (2), Juli (7), Agustus (3), dan September (7). Sementara itu, pada Oktober (hingga tanggal 25) kasus pembunuhan di wilayah Polda Metro Jaya yang dicatat Kompas.com mencapai 6 kasus.

Belakangan ini, aksi pembunuhan kerap terjadi, dan cara-cara yang dipakai semakin membahayakan. Pasalnya, pelaku mencari banyak cara untuk menghilangkan jejaknya, seperti terjadi di Kalimalang, Jakarta Timur.

Seperti diberitakan, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga sekitar menyangkut di bawah Jembatan Kalimalang di wilayah Kampung Pasir Konci Poncol RT 13 RW 05, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/10/2011).

Pada saat ditemukan (Mayat Perempuan Ditemukan di Kalimalang), korban hanya memakai tank top warna hijau belang-belang dan celana dalam warna loreng. Bagian lehernya terdapat lima luka bacokan. Bersama korban juga ditemukan sebongkah batu yang diikatkan bersama tubuh korban. Bongkahan batu itu diikatkan untuk membenamkan tubuh ke dalam air sehingga polisi tidak mencium jejak korban.

Kesadisan pelaku juga tampak pada pembunuhan dua mayat tanpa identitas yang dimasukkan ke dalam kardus dan koper dan dibuang ke wilayah Koja, Jakarta Utara, dan Cakung, Jakarta Timur, (Mayat dalam Kardus Dibunuh dalam Keadaan Hamil). Dua korban yang belakangan diketahui adalah ibu dan anak itu dibunuh karena latar belakang hubungan gelap Hartawati dengan Rahmat.

PenulisSabrina Asril
EditorLatief

Terkini Lainnya

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan
Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Regional
Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Megapolitan
Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Nasional
Djarot Prediksi Timnas Sepak Bola Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1

Djarot Prediksi Timnas Sepak Bola Indonesia Kalahkan Vietnam 2-1

Megapolitan