Kamis, 17 April 2014

News / Megapolitan

Kasus Pembunuhan Semakin Sadis

Selasa, 25 Oktober 2011 | 18:47 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Kasus-kasus pembunuhan yang terjadi belakangan ini dinilai lebih kejam. Pasalnya, cara-cara dan dampak yang timbul terhadap korbannya semakin berbahaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar membenarkan bahwa kualitas kasus-kasus kejahatan kini semakin meningkat. Namun, dilihat dari kuantitasnya, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan.

"Memang, kualitas itu meningkat. Kualitas itu dilihat dari cara dan akibatnya," ujar Baharudin, Selasa (25/10/2011), di Mapolda Metro Jaya.

Namun, kata dia, kualitas peristiwa itu tidak menjadi perhatian polisi lantaran polisi melihat kerawanan suatu kasus dari segi kuantitasnya.

"Kualitas tidak menjadi perhatian, yang lebih penting bagaimana jumlahnya dan apa sebab kejadian, dan bagaimana mengungkap pelaku, itu yang lebih kami dalami," kata Baharudin.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, kasus pembunuhan dari bulan Januari hingga September mencapai 53 kasus. Jumlah kasus pembunuhan terbanyak terjadi pada April dan Juni sebanyak 9 kasus. Pada bulan-bulan lainnya, seperti pada Januari terdapat 5 kasus pembunuhan, Februari (3), Maret (8), Mei (2), Juli (7), Agustus (3), dan September (7). Sementara itu, pada Oktober (hingga tanggal 25) kasus pembunuhan di wilayah Polda Metro Jaya yang dicatat Kompas.com mencapai 6 kasus.

Belakangan ini, aksi pembunuhan kerap terjadi, dan cara-cara yang dipakai semakin membahayakan. Pasalnya, pelaku mencari banyak cara untuk menghilangkan jejaknya, seperti terjadi di Kalimalang, Jakarta Timur.

Seperti diberitakan, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan warga sekitar menyangkut di bawah Jembatan Kalimalang di wilayah Kampung Pasir Konci Poncol RT 13 RW 05, Desa Pasir Sari, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (15/10/2011).

Pada saat ditemukan (Mayat Perempuan Ditemukan di Kalimalang), korban hanya memakai tank top warna hijau belang-belang dan celana dalam warna loreng. Bagian lehernya terdapat lima luka bacokan. Bersama korban juga ditemukan sebongkah batu yang diikatkan bersama tubuh korban. Bongkahan batu itu diikatkan untuk membenamkan tubuh ke dalam air sehingga polisi tidak mencium jejak korban.

Kesadisan pelaku juga tampak pada pembunuhan dua mayat tanpa identitas yang dimasukkan ke dalam kardus dan koper dan dibuang ke wilayah Koja, Jakarta Utara, dan Cakung, Jakarta Timur, (Mayat dalam Kardus Dibunuh dalam Keadaan Hamil). Dua korban yang belakangan diketahui adalah ibu dan anak itu dibunuh karena latar belakang hubungan gelap Hartawati dengan Rahmat.


Penulis: Sabrina Asril
Editor : Latief